"Aku menyayangimu" hahaha entahlah aku merasa ungkapan itu begitu asing di bibirku. Memanglah gampang untuk di tulis dikertas atau di ketik dihandphone, atau dibisikkan dalam hati sendiri tapi percayalah aku tidak mudah untuk mengungkapkan itu walaupun aku merasakannya sangat dalam
Iya. Benar, aku merasakannya sangat dalam padamu tapi aku bingung harus seperti apa selain melihatmu dan bilang dalam hati "hai. Sadam,aku suka kamu. Aku sayang"
Itulah aku sering berbicara sendiri dalam hati kalau membahas tentang sadam, aku suka sama dia sejak pertama masuk di SMA Nusa harapan dan sekarang ketika masuk kelas duabelas ini akhirnya aku sekelas dengannya. Yes yeyy
"Shafa. Aku duduk disebelah mu yah" suara sadam yang mengagetkanku yang sedang melamun di pojok kelas
"Iya, sadam duduk disini saja" kataku (aku deg-degan)
"Iya, tadi aku disuruh pak musa wali kelas kita itu buat duduk berdua sama kamu hehehe" kata sadam sambil ketawa kecil
Haduh, aku kira dia punya inisiatif sendiri buat duduk disampingku ternyata tidak, aku tahulah sebabnya pak musa itu tahu kalau aku anak malas jadi si sadam yang bintang kelas itu disuruh duduk bersamaku tapi biarkanlah itu semua, terpenting aku dan sadam akan duduk bersama dan semoga kelas duabelas ku menyenangkan
Hari hari berlalu dan Besok adalah ulangan matematika, sadam bilang mau ke rumahku nanti malam untuk belajar bareng dan hari ini juga dia mengantarkan aku ke rumah, dia sangat menyenangkan, senang sekali bersamanya dan aku rasa dia membawaku dalam dunianya bukan hanya dalam pelajaran tapi juga dalam kesukaannya seperti musik, olahraga dan game kesukaannya
Dia juga sering membantuku dalam mengerjakan tugas dan setiap disuruh bikin kelompok pelajaran aku selalu bersama sadam dan sampai diakhirnya aku tambah sayang padanya tapi aku tidak tahu apakah dia punya perasaan yang sama atau tidak padaku?
Akan tetapi dari semua prilakunya banyak yang berkesan untukku, sadam selalu mencoba menolongku dengan cara apapun yang dia bisa seperti disaat aku lupa bawa tugas b.indonesia dan disuruh keluar kelas, sadampun juga keluar kelas padahal aku tahu dia bawa tugasnya dan dia bilang padaku "aku tidak mau kamu sendirian"
Saat contekan rumus matematikaku jatuh saat ulangan dan ketahuan pak musa, sadamlah yang mengaku itu contekan dia dan dia digampar oleh pak musa dan dapat nilai nol tanpa remedial dan pernah juga saat handphone ku hilang, sadamlah yang benar mencari ke semua tempat sampai bilang guru bp padahal aku sudah bilang tidak apa apa kalau hilang tapi sadam bilang "shafa, aku gak mau kamu sedih"
Pernah suatu ketika sadam tidak sengaja memegang tanganku dan aku pura pura marah padanya tapi dia minta maaf banyak sekali sampai memberi dua coklat untukku
"Maaf, shafaaa aku minta maaf. Aku tidak sengaja pegang tanganmu
Aku janji tidak melakukan itu lagi" dan di tambah lagi saat aku demam berdarah di rawat di rumah sakit, sadam lah yang selalu menemaniku dan setiap hari bawa jus jambu padaku. Aku tidak tahu maksud dari prilakunya itu tapi yang jelas dia selalu membuatku nyaman padanya. Jujur, sadamlah yang aku inginkan dari dulu dan saat ini juga aku ingin dia jadi milikku seutuhnya dan selamanya. Aku tidak berlebihan kan?
-------------------------------------------------------
"Aku mencintaimu sejak lama, mau kah kamu jadi pacarku?" ucapan sadam padaku sambil menatapku tajam sekali. Aku kaget sekali, pipiku langsung merah, aku gugup sekali dan sampai tidak bisa berkata apa apa lagi
"Kalau aku mengatakan cinta seperti itu kira kira brenda mau gak yah?" Kata sadam kemudian
Hah ... brenda, siapa itu brenda? aku kira kalimat itu untukku. Aku diam dan rasanya mau menangis saja dan dia sempat membuatku melayang ke awan
"Cobalah katakan cinta pada brenda mu itu?" Kataku
"Haha tidak mau ah, nanti kamu cemburu gimana?"
Aku diam, aku pura pura tidak mengerti tapi apakah sadam tahu kalau aku punya perasaan padanya atau dia hanya bercanda saja saat mengucapkan itu. Aku tidak tahu
Aku menyayanginya dan perasaan ini nyatanya tambah dalam? Aku bingung cara menghilangkannya
Kebersamaan sama sadam selalu aku nantikan setiap harinya tapi aku tidak mudah untuk bilang sayang pada seseorang. Sadam, cobalah mengerti tentang aku yang sayang padamu ini!
Hari hari kelas duabelasku cepat sekali dan ujian nasional sudah dilewati dengan ketegangannya dan sampai sekarang pengumuman kelulusan tiba dan ini artinya aku akan kehilangan sadam karena sadam bilang dia akan melanjutkan sekolah di kampung halamannya
Coret-coretan baju pada umumnya saat pengumuman itu dinyatakan semua lulus di sekolahku, aku dan sadam ikut merasakan kemeriahannya. Setelah disekolah sudah selesai dengan segala suka dan dukanya. Sadam mengajakku naik motornya sampai di sebuah taman kota padahal aku masih pakai seragam sekolah yang penuh coretan ini
"Shafa, besok aku mau pulang kampung dan akan menetap tinggal disana sama papiku?" Kata sadam yang mulai duduk di rerumputan.
Akupun juga duduk disebelahnya
"Iya, aku tahu kan kamu sudah cerita, aku pasti akan kehilangan kamu dam" kataku dan aku rasa air mataku mulai menetes
"Percayalah padaku, shafa. Aku pernah kehilangan seseorang dan itu tidak sedrama yang kamu pikirkan" katanya
"Kamu kehilangan siapa?" Tanyaku
"Brenda"
"Siapa dia?"
"Mamiku dan ini adalah tempat kesukaannya, awalnya saat ku tahu kehilangan mami aku kira duniaku akan hancur tapi nyatanya aku bisa menjalaninya dengan baik dan kamu harus begitu "
"Kamu tidak pernah cerita kalau mamimu sudah meninggal? Dia meninggal dunia karena apa dam? Sakit? " tanyaku. Aku berusaha agar suaraku enak didengar
"Buat apa shaf? Cerita tentang kehilangan itu akan menyakitkan dan tidak ada habisnya. Mamiku bunuh diri saat dia tahu papiku selingkuh" katanya datar
Aku diam, aku tidak tahu harus berkata apa dan air mataku terus menetes
"Jangan nangis shafa, aku sayang kamu" kata sadam kemudian
Aku diam cukup lama tapi jantungku berdetak kencang sekali
"Sadam, Sejak kapan kamu sayang aku? Tanyaku kemudian
"Sejak kapan yah. Sudah lama sekali. Saat MOS kamu bernyanyi gebyar gebyar di depan kelasku" kata sadam sambil tersenyum
Aku kaget sekali ternyata sadam suka sama aku dari pertama MOS.
"Shafa, jangan pernah lepas kerudungan lagi yah. Kamu cantik sekali kalau kerudung dan lebih anggun" kata sadam sambil senyum padaku dan aku hanya bisa membalas senyumnya
"Jalanin terus yah apa yang kamu yakinin shafa. Aku akan terus mendukungmu " kata sadam
"Sadam, aku sayang kamu juga" akhirnya kata itu keluar dari bibirku dan aku rasa tetesan air mataku tambah deras
"Iya. Aku sangat sayang dan cinta sama kamu. Shafa, dan ini sudah lama tapi banyak sekat untuk kita bersama dan sekat itu terlalu kuat. oh iya, Maaf yah shafa. Aku bohong padamu sebenarnya pak musa tidak pernah menyuruhku untuk duduk bersamamu. Ini hanya alasanku saja untuk bisa berbicara padamu" kata sadam melanjutkan
"Besok, selesai ibadah di gereja.
Aku langsung ke manado bareng sama papi dan ini gantungan kunci buatmu, kenang kenangan dari ku " katanya lagi
Aku diam. Aku tahu ini akan terjadi disaat aku mulai takut kehilangan sadam dan sadam akhirnya harus pergi dariku tapi aku berusaha agar tidak terbawa suasana terlalu jauh
"Gantungan huruf SS, maksudnya sadam sebastian gituh?" Kataku
"Bukan, SS adalah sadam dan shafa"
Aku rasa ini adalah perpisahanku sama sadam tapi aku harus yakinkan dalam diriku aku baik baik saja tanpa dia
"Aku rasa ini sebagai perpisahan kita tapi kamu tenang saja, aku akan baik baik saja tanpa kamu" kataku dan aku menghapus air mata di pipiku
"Shafa. Aku tahu kamu berbohong. Tidak ada perpisahan yang baik baik saja pasti kamu sedih dan akupun sama tapi percayalah hidup kita akan berlanjut, aku mohon jangan pernah hapus kenangan kita yah" kata sadam sambil senyum padaku dan menatapku lagi
Aku diam dan aku tidak tahu harus berkata dan berbuat apa. Perasaanku pada sadam sudah terlalu dalam dan aku membiarkan ini terlalu jauh dan dalam hatiku berbisik "aku ingin sadam sebastian ini. Aku ingin dia jadi imamku dan aku berada satu shaf di belakangnya"
SS
Minggu, 29 Januari 2017
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
hilang
Selasa, 24 Januari 2017
Aku menatap senja, entahlah sudah berapa banyak senja yang ku lihat dan aku coba merasakan keadaaan sekitarku saat melihat senja,
senja itu pernah ramai oleh suara dari kendaraaan dan senja juga pernah meriah oleh suara anak anak yang pulang dari pengajiannya. Aku suka
Hari ini, aku melihat senja dengan kekosongan, iya sesuai dengan kekosongan hatiku yang mulai hampa.
Saat itu aku tidak tahu apa yang membuat aku hampa seketika, padahal baru kemarin aku bahagia melihat awan merah di langit itu
Aku berpikir oh iya, hari ini aku belum melihat wajahnya. Dimanakah dia?
Akhirnya, aku berjalan balik lagi ke tempat itu hanya untuk melihat dia padahal hari sudah mulai gelap dan benar saja tempat itu sepi dan tidak ada siapapun. Aku sedih
"Hai, senja. Aku tidak melihatnya hari ini?"
Keesokan harinya, aku datang pagi pagi sekali ke tempat itu untuk mencarinya dan melihat wajahnya. Aku suka senyumnya dan dia yang memegang erat tanganku saat menyebrang di jalan besar dan dia memiliki tatapan yang lembut. Aku suka dia dan apapun yang ada padanya. Aku suka dia sebagai lebih dari pelindungku
Aku menunggu lagi sampai senja berikutnya dan mencoba merasakan suasana senja di sekitarku. Senja kali ini terasa lebih teduh karena aku bisa mendengar angin angin yang bersentuhan dengan dedaunan
"Hai, senja. Senja teduh hari ini tapi aku belum melihatnya lagi. Aku sedih"
Dimanakah dia? Aku sudah mencari dia dimanapun? Di tempat tempat yang sering aku bersamanya. Di mulai dari ruang makan sampai teras rumah dan aku sudah mencarinya di jalan yang menuju sekolah ku tapi dia juga tidak ada
Apakah aku harus balik lagi ke tempat itu. Iyaa sepertinya besok subuh aku akan kembali untuk melihat wajahnya, dimana sih kamu? Aku perlu hangatan pelukmu yang penuh cinta itu
Aku bangun subuh, sebenarnya aku agak malas jalan ke tempat itu kan jalannya masih sepi dan suasana di luar juga cukup dingin
"Hai, kamu. Kamu tahu kan aku benci dingin kalau dingin nanti badanku memerah seperti udang rebus oh iya kamu kan suka udang rebus tapi jangan kamu memakanku yah, aku kan sayang kamu"
Aku berjalan subuh subuh untuk ke tempat itu, suasananya masih gelap dan dingin sekali tetapi setelah ada di tempat itu aku tidak melihat wajahnya lagi. Aku sudah mencari tapi sepi sekali di sini
Kamu dimana? Aku lelah mencarimu
Saat aku melihat badanku benar saja badanku memerah dan aku mulai rasa dunia berputar, haduh gimana ini. Kamu tidak juga menemuiku padahal kamu tahu aku benci dingin dan aku rasa aku mulai hilang kesadaran beberapa saat
Aku rasa aku tidur tadi dan di bangunkan oleh perempuan tua dan aku tidak tahu apakah aku kenal dia atau tidak?
Di tempat ini agak lebih hangat tapi setelah aku lihat di sekitarku, aku tahu aku sedang di gubuk kecil
"Hai. Kamu baru bangun gadis kecil?"
Perempuan itu menyapaku, aku masih diam karena aku tidak tahu harus berkata apa. Dia memberikan aku teh hangat manis dan aku meminumnya
"Kamu tidak sekolah?" Perempuan tua itu berkata lagi
"Kata ayah, sejak aku memukul temanku sampai berdarah di hidungnya. Setiap hari adalah hari libur jadi aku tidak sekolah karena hari ini libur" kataku
"Mengapa kamu memukul temanmu, apakah dia punya salah?" Tanya perempuan tua
"Sebenarnya aku tidak sengaja memukulnya, ini terjadi karena dia terus menerus bilang kalau aku dan ayah berteman dengan sampah padahal aku rasa dia lah sampahnya karena dia selalu memamerkan perhiasannya dan semua barang mewah di rumahnya. Aku tidak suka dengan semua barangnya. Sungguh, aku juga tidak suka atas semua ucapan yang dia berikan padaku seakan akan dunia ini adalah miliknya" jawabku
Perempuan tua itu tersenyum padaku dan bilang "kamu gadis kecil yang istimewa".
"Kamu adalah orang yang kedua bilang seperti itu. Orang pertama yang bilang aku istimewa adalah ayah" kataku kemudian
Perempuan tua itu memelukku.
Setelahnya, aku ingat aku belum melihat wajahnya lagi hari ini. Aku cepat cepat bergegas dari gubuk kecil itu dan akan kembali ke tempat itu untuk mencarinya. Kamu dimana? Aku ingin melihatmu dan peganglah tanganku lagi. Sekarang badanku sudah tidak merah tapi kalau dingin datang lagi pasti ini berubah
Kembali lagi ke tempat itu dan tidak ada siapapun dan aku memutuskan untuk menunggunya sampai senja. Senjapun tiba.
"Hai. Senja, sudah tiga hari aku tidak melihatnya. Apakah kamu melihatnya? jika senja melihatnya tolong kasih tahu ada dimana dia"
Setelah aku bicara dengan senja di langit merah itu. Aku mulai meneteskan air mata dan aku merindukannya sangat sekali dan entah mengapa senja kali ini terasa sangat menyedihkan
--------------------------------------
Perempuan tua yang kemarin itu datang menghampiriku yang menangis sendirian di tepi jalan dan dia bilang akan mengantarkan aku ke tempat seseorang yang selama ini ku cari
"Apakah kamu tahu, siapa orang yang aku cari selama ini?" Tanyaku padanya
"Tahu" kata perempuan tua itu sambil tersenyum
"Memangnya kamu siapa? Kenapa bisa tahu juga?"
"Aku kan ibu mawar yang menjaga tempat itu. Pasti aku tahu seseorang yang kamu cari"
Saat itu aku baru tahu kalau dia bernama ibu mawar. Ibu mawar yang baik
Aku berjalan bersamanya dan kembali ke tempat itu. Aku melihat batu nissan ada nama seseorang yang aku cari ini.
Dalam hatiku bergumam "ayah, kamu disini"
Ibu mawar bilang ayahku sudah di surga dan untuk beberapa saat saja aku tidak melihatnya, nanti pasti aku bertemu ayah lagi
Ibu mawar memberiku bunga dan bilang kasihlah ke ayah
"Ayah tidak suka bunga. Ayah lebih suka udang rebus" kataku ke ibu mawar
"Tidak apa apa, nanti lain kali kita kasih ayahmu itu udang rebus yah" kata ibu mawar
Aku sedih, ayah sudah di surga dan tidak mengajakku. Aku merindukannya. Di dunia ini hanya dialah yang aku punya.
Ibu mawar bilang akan menjaga ayahku selalu di tempat ini. Di tempat yang banyak batu nissannya dan tanah coklat membentuk seperti gunung yang didalamnya ada orang orang nafasnya telah terhenti dan di tempat yang banyak air mata ini
"Ibu mawar, aku ingin pulang, terima kasih telah menemaniku" kataku
"Tetaplah disini, aku ini hanya perempuan tua sendirian dan kamu juga gadis kecil sendiriankan. Marilah kita disini bersama" kata ibu mawar
"Tidak mau, di sini sempit"
"Haha, gubukku dan gubukmu pun sama kecilnya hanya saja di sini banyak melati di setiap sudutnya jadi telihat sempit" kata ibu mawar
"Mengapa kamu suka melati padahal namamu mawar?"
"Pertanyaan yang bagus, jawabannya karena aku lebih suka melati"
Aku tertawa karena tidak mengerti apa yang dimaksud ibu mawar dan akhirnya aku tinggal bersama ibu mawar yang suka melati itu. Ibu mawar hampir sama dengan ayah. Dia mengajarkan aku membaca dan mengaji serta selalu memelukku jika dingin datang dan dia sering bilang "Tumbuhlah menjadi gadis yang hebat". Aku juga sering membantunya membersihkan tempat itu dengan mengambil rumput rumput liar dan aku senang bersama dengan ibu mawar
Suatu ketika, saat aku melihat senja bersama ibu mawar
"Mengapa kamu suka senja dan tidak suka dingin?" Kata ibu mawar
" Pertanyaan yang bagus, jawabannya karena aku lebih suka senja" kataku.
Ibu mawar tertawa lalu tersenyum padaku
Aku merindukan ayah. Sangat rindu. Aku ingin bertemu ayah tapi kata ibu mawar belum bisa bertemu nanti ada waktunya dan saat itu aku bertanya kepada ibu mawar
"Apakah kamu pernah merindukan yang telah hilang?"
senja itu pernah ramai oleh suara dari kendaraaan dan senja juga pernah meriah oleh suara anak anak yang pulang dari pengajiannya. Aku suka
Hari ini, aku melihat senja dengan kekosongan, iya sesuai dengan kekosongan hatiku yang mulai hampa.
Saat itu aku tidak tahu apa yang membuat aku hampa seketika, padahal baru kemarin aku bahagia melihat awan merah di langit itu
Aku berpikir oh iya, hari ini aku belum melihat wajahnya. Dimanakah dia?
Akhirnya, aku berjalan balik lagi ke tempat itu hanya untuk melihat dia padahal hari sudah mulai gelap dan benar saja tempat itu sepi dan tidak ada siapapun. Aku sedih
"Hai, senja. Aku tidak melihatnya hari ini?"
Keesokan harinya, aku datang pagi pagi sekali ke tempat itu untuk mencarinya dan melihat wajahnya. Aku suka senyumnya dan dia yang memegang erat tanganku saat menyebrang di jalan besar dan dia memiliki tatapan yang lembut. Aku suka dia dan apapun yang ada padanya. Aku suka dia sebagai lebih dari pelindungku
Aku menunggu lagi sampai senja berikutnya dan mencoba merasakan suasana senja di sekitarku. Senja kali ini terasa lebih teduh karena aku bisa mendengar angin angin yang bersentuhan dengan dedaunan
"Hai, senja. Senja teduh hari ini tapi aku belum melihatnya lagi. Aku sedih"
Dimanakah dia? Aku sudah mencari dia dimanapun? Di tempat tempat yang sering aku bersamanya. Di mulai dari ruang makan sampai teras rumah dan aku sudah mencarinya di jalan yang menuju sekolah ku tapi dia juga tidak ada
Apakah aku harus balik lagi ke tempat itu. Iyaa sepertinya besok subuh aku akan kembali untuk melihat wajahnya, dimana sih kamu? Aku perlu hangatan pelukmu yang penuh cinta itu
Aku bangun subuh, sebenarnya aku agak malas jalan ke tempat itu kan jalannya masih sepi dan suasana di luar juga cukup dingin
"Hai, kamu. Kamu tahu kan aku benci dingin kalau dingin nanti badanku memerah seperti udang rebus oh iya kamu kan suka udang rebus tapi jangan kamu memakanku yah, aku kan sayang kamu"
Aku berjalan subuh subuh untuk ke tempat itu, suasananya masih gelap dan dingin sekali tetapi setelah ada di tempat itu aku tidak melihat wajahnya lagi. Aku sudah mencari tapi sepi sekali di sini
Kamu dimana? Aku lelah mencarimu
Saat aku melihat badanku benar saja badanku memerah dan aku mulai rasa dunia berputar, haduh gimana ini. Kamu tidak juga menemuiku padahal kamu tahu aku benci dingin dan aku rasa aku mulai hilang kesadaran beberapa saat
Aku rasa aku tidur tadi dan di bangunkan oleh perempuan tua dan aku tidak tahu apakah aku kenal dia atau tidak?
Di tempat ini agak lebih hangat tapi setelah aku lihat di sekitarku, aku tahu aku sedang di gubuk kecil
"Hai. Kamu baru bangun gadis kecil?"
Perempuan itu menyapaku, aku masih diam karena aku tidak tahu harus berkata apa. Dia memberikan aku teh hangat manis dan aku meminumnya
"Kamu tidak sekolah?" Perempuan tua itu berkata lagi
"Kata ayah, sejak aku memukul temanku sampai berdarah di hidungnya. Setiap hari adalah hari libur jadi aku tidak sekolah karena hari ini libur" kataku
"Mengapa kamu memukul temanmu, apakah dia punya salah?" Tanya perempuan tua
"Sebenarnya aku tidak sengaja memukulnya, ini terjadi karena dia terus menerus bilang kalau aku dan ayah berteman dengan sampah padahal aku rasa dia lah sampahnya karena dia selalu memamerkan perhiasannya dan semua barang mewah di rumahnya. Aku tidak suka dengan semua barangnya. Sungguh, aku juga tidak suka atas semua ucapan yang dia berikan padaku seakan akan dunia ini adalah miliknya" jawabku
Perempuan tua itu tersenyum padaku dan bilang "kamu gadis kecil yang istimewa".
"Kamu adalah orang yang kedua bilang seperti itu. Orang pertama yang bilang aku istimewa adalah ayah" kataku kemudian
Perempuan tua itu memelukku.
Setelahnya, aku ingat aku belum melihat wajahnya lagi hari ini. Aku cepat cepat bergegas dari gubuk kecil itu dan akan kembali ke tempat itu untuk mencarinya. Kamu dimana? Aku ingin melihatmu dan peganglah tanganku lagi. Sekarang badanku sudah tidak merah tapi kalau dingin datang lagi pasti ini berubah
Kembali lagi ke tempat itu dan tidak ada siapapun dan aku memutuskan untuk menunggunya sampai senja. Senjapun tiba.
"Hai. Senja, sudah tiga hari aku tidak melihatnya. Apakah kamu melihatnya? jika senja melihatnya tolong kasih tahu ada dimana dia"
Setelah aku bicara dengan senja di langit merah itu. Aku mulai meneteskan air mata dan aku merindukannya sangat sekali dan entah mengapa senja kali ini terasa sangat menyedihkan
--------------------------------------
Perempuan tua yang kemarin itu datang menghampiriku yang menangis sendirian di tepi jalan dan dia bilang akan mengantarkan aku ke tempat seseorang yang selama ini ku cari
"Apakah kamu tahu, siapa orang yang aku cari selama ini?" Tanyaku padanya
"Tahu" kata perempuan tua itu sambil tersenyum
"Memangnya kamu siapa? Kenapa bisa tahu juga?"
"Aku kan ibu mawar yang menjaga tempat itu. Pasti aku tahu seseorang yang kamu cari"
Saat itu aku baru tahu kalau dia bernama ibu mawar. Ibu mawar yang baik
Aku berjalan bersamanya dan kembali ke tempat itu. Aku melihat batu nissan ada nama seseorang yang aku cari ini.
Dalam hatiku bergumam "ayah, kamu disini"
Ibu mawar bilang ayahku sudah di surga dan untuk beberapa saat saja aku tidak melihatnya, nanti pasti aku bertemu ayah lagi
Ibu mawar memberiku bunga dan bilang kasihlah ke ayah
"Ayah tidak suka bunga. Ayah lebih suka udang rebus" kataku ke ibu mawar
"Tidak apa apa, nanti lain kali kita kasih ayahmu itu udang rebus yah" kata ibu mawar
Aku sedih, ayah sudah di surga dan tidak mengajakku. Aku merindukannya. Di dunia ini hanya dialah yang aku punya.
Ibu mawar bilang akan menjaga ayahku selalu di tempat ini. Di tempat yang banyak batu nissannya dan tanah coklat membentuk seperti gunung yang didalamnya ada orang orang nafasnya telah terhenti dan di tempat yang banyak air mata ini
"Ibu mawar, aku ingin pulang, terima kasih telah menemaniku" kataku
"Tetaplah disini, aku ini hanya perempuan tua sendirian dan kamu juga gadis kecil sendiriankan. Marilah kita disini bersama" kata ibu mawar
"Tidak mau, di sini sempit"
"Haha, gubukku dan gubukmu pun sama kecilnya hanya saja di sini banyak melati di setiap sudutnya jadi telihat sempit" kata ibu mawar
"Mengapa kamu suka melati padahal namamu mawar?"
"Pertanyaan yang bagus, jawabannya karena aku lebih suka melati"
Aku tertawa karena tidak mengerti apa yang dimaksud ibu mawar dan akhirnya aku tinggal bersama ibu mawar yang suka melati itu. Ibu mawar hampir sama dengan ayah. Dia mengajarkan aku membaca dan mengaji serta selalu memelukku jika dingin datang dan dia sering bilang "Tumbuhlah menjadi gadis yang hebat". Aku juga sering membantunya membersihkan tempat itu dengan mengambil rumput rumput liar dan aku senang bersama dengan ibu mawar
Suatu ketika, saat aku melihat senja bersama ibu mawar
"Mengapa kamu suka senja dan tidak suka dingin?" Kata ibu mawar
" Pertanyaan yang bagus, jawabannya karena aku lebih suka senja" kataku.
Ibu mawar tertawa lalu tersenyum padaku
Aku merindukan ayah. Sangat rindu. Aku ingin bertemu ayah tapi kata ibu mawar belum bisa bertemu nanti ada waktunya dan saat itu aku bertanya kepada ibu mawar
"Apakah kamu pernah merindukan yang telah hilang?"
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
pergi part 2
Kamis, 19 Januari 2017
Harus kuakui dia adalah perempuan yang baik dan aku tahu dia sangat menyayangiku dan awalnya kita baik baik saja dan berjalan sempurna.
tapi ini dimulai saat aku tidak pernah memberinya kabar saat itu memang ada urusan sekolah yang harus diselesaikan. Sekitar dua bulanan dia akhirnya minta kita berpisah dan akupun mulai panik, aku benar benar mencintai perempuan itu dan aku mencoba memberi dia penjelasan bahwa aku sibuk dan akhirnya dia mengerti
Aku makin mencintainya dan tidak ingin melepasnya tapi makin kesininya aku malah tidak memberinya kabar sama sekali sampai urusan sekolahku selesai dan akhirnya kita saling diam beberapa bulan dan aku mulai nyaman tanpa dia dan mulai ragu dengan perasaanku sendiri
dia akhirnya minta kita berpisah tapi saat itu aku benar benar bingung harus jawab apa? Aku mulai bertanya pada diriku "apakah aku masih mencintainya atau tidak ?"
Sudah aku jelaskan dia adalah perempuan yang baik tapi sikapnya kekanak-kanakan yang membuatku kesal. Sebelumnya, dia sering minta berpisah tapi belum ku jawab, nanti semua temannya pada bertanya, "kok bisa berpisah?" Padahal belum ada kejelasan hubungan kita tapi tidak lama waktunya, temannya bilang "ciee.. balikan" noh kan padahal belum pernah ada jawaban dariku dan itu sering dilakukannya dan membuatku kesal, itulah yang membuat rasaku semakin lama semakin hambar untuknya. Saat itu aku berpikiran dia perempuan yang cepat mengambil keputusan tanpa berpikir panjang dan menyesalinya kemudian
Seiring waktu berjalan hubungan kami makin tidak jelas dan banyak sekali laporan ke aku bahwa dia sering menangisiku dan beritanya seakan akan aku telah menyakitinya padahal aku tidak pernah bermaksud seperti itu. Tidak ada yang salah tapi aku tahu dia sangat mencintaiku dan tidak mau kehilanganku di saat aku benar benar hambar padanya
Ketika ini terus dipaksakan malah menyakiti aku dan dia, akhirnya aku mencoba cerita pada temannya (sahabat dekat perempuan itu) tentang perasaanku yang hambar untuknya dan temannya sudah berjanji untuk tidak bilang dia, tetapi malah temannya bilang pada dia semuanya dan akhirnya perempuanku datang padaku sambil menangis dan di saat itu kita benar benar berpisah
Kejadian ini sudah lewat sekitar enam tahunan dan aku jarang mendegar kabar dari perempuanku tapi pernah suatu ketika entah kapan aku lupa, aku bertemu padanya dan bertanya padanya apa yang dia rasakan saat aku tidak memberinya kabar dan sedikit sedikit menjauh darinya dan perempuannya bilang seperti ini
" saat kita awal bersama, aku mencintaimu tapi tidak terlalu dalam dan saat kamu menghilang itu aku sebenarnya biasa saja dan saat pertama aku minta berpisah hanya main main dan kamu tidak mau kan, jujur aku senang kamu seperti itu seakan mengemis cintaku, bukan apa-apa, aku merasa aku sangat istimewa di hati mu tapi kamu lama kelamaan kamu malah menghilang lagi dan aku minta berpisah karena ingin kamu seperti kaya pertama lagi tapi kamu malah diam dan hari hari rasa cintaku semakin dalam yang membuatku tersiksa sendiri
Aku tahu dari semenjak kamu mendengar kabar kabar dariku. Kamu mulai kesal. Maaf, aku hanya diam denganmu tanpa pernah bilang apa mauku. Aku salah aku kira kamu mengerti tapi ternyata tidak kan? Dan percayalah aku selalu menunggumu "
"Sebenernya dari sikapmu, ku tahu kamu mulai hambar padaku tapi aku meyakinkan diriku bahwa kamu mencintaiku dan bisa memperbaiki hubungan kita dan itu adalah kesalahan terbesarku"
Saat itu aku berpikir, seandainya aku bilang dari awal dan tidak mengulur waktu untuk berpisah darinya. Mungkin dia takkan sesakit itu jika harus menungguku.
Maafkan aku atas semua yang telah hilang
tapi ini dimulai saat aku tidak pernah memberinya kabar saat itu memang ada urusan sekolah yang harus diselesaikan. Sekitar dua bulanan dia akhirnya minta kita berpisah dan akupun mulai panik, aku benar benar mencintai perempuan itu dan aku mencoba memberi dia penjelasan bahwa aku sibuk dan akhirnya dia mengerti
Aku makin mencintainya dan tidak ingin melepasnya tapi makin kesininya aku malah tidak memberinya kabar sama sekali sampai urusan sekolahku selesai dan akhirnya kita saling diam beberapa bulan dan aku mulai nyaman tanpa dia dan mulai ragu dengan perasaanku sendiri
dia akhirnya minta kita berpisah tapi saat itu aku benar benar bingung harus jawab apa? Aku mulai bertanya pada diriku "apakah aku masih mencintainya atau tidak ?"
Sudah aku jelaskan dia adalah perempuan yang baik tapi sikapnya kekanak-kanakan yang membuatku kesal. Sebelumnya, dia sering minta berpisah tapi belum ku jawab, nanti semua temannya pada bertanya, "kok bisa berpisah?" Padahal belum ada kejelasan hubungan kita tapi tidak lama waktunya, temannya bilang "ciee.. balikan" noh kan padahal belum pernah ada jawaban dariku dan itu sering dilakukannya dan membuatku kesal, itulah yang membuat rasaku semakin lama semakin hambar untuknya. Saat itu aku berpikiran dia perempuan yang cepat mengambil keputusan tanpa berpikir panjang dan menyesalinya kemudian
Seiring waktu berjalan hubungan kami makin tidak jelas dan banyak sekali laporan ke aku bahwa dia sering menangisiku dan beritanya seakan akan aku telah menyakitinya padahal aku tidak pernah bermaksud seperti itu. Tidak ada yang salah tapi aku tahu dia sangat mencintaiku dan tidak mau kehilanganku di saat aku benar benar hambar padanya
Ketika ini terus dipaksakan malah menyakiti aku dan dia, akhirnya aku mencoba cerita pada temannya (sahabat dekat perempuan itu) tentang perasaanku yang hambar untuknya dan temannya sudah berjanji untuk tidak bilang dia, tetapi malah temannya bilang pada dia semuanya dan akhirnya perempuanku datang padaku sambil menangis dan di saat itu kita benar benar berpisah
Kejadian ini sudah lewat sekitar enam tahunan dan aku jarang mendegar kabar dari perempuanku tapi pernah suatu ketika entah kapan aku lupa, aku bertemu padanya dan bertanya padanya apa yang dia rasakan saat aku tidak memberinya kabar dan sedikit sedikit menjauh darinya dan perempuannya bilang seperti ini
" saat kita awal bersama, aku mencintaimu tapi tidak terlalu dalam dan saat kamu menghilang itu aku sebenarnya biasa saja dan saat pertama aku minta berpisah hanya main main dan kamu tidak mau kan, jujur aku senang kamu seperti itu seakan mengemis cintaku, bukan apa-apa, aku merasa aku sangat istimewa di hati mu tapi kamu lama kelamaan kamu malah menghilang lagi dan aku minta berpisah karena ingin kamu seperti kaya pertama lagi tapi kamu malah diam dan hari hari rasa cintaku semakin dalam yang membuatku tersiksa sendiri
Aku tahu dari semenjak kamu mendengar kabar kabar dariku. Kamu mulai kesal. Maaf, aku hanya diam denganmu tanpa pernah bilang apa mauku. Aku salah aku kira kamu mengerti tapi ternyata tidak kan? Dan percayalah aku selalu menunggumu "
"Sebenernya dari sikapmu, ku tahu kamu mulai hambar padaku tapi aku meyakinkan diriku bahwa kamu mencintaiku dan bisa memperbaiki hubungan kita dan itu adalah kesalahan terbesarku"
Saat itu aku berpikir, seandainya aku bilang dari awal dan tidak mengulur waktu untuk berpisah darinya. Mungkin dia takkan sesakit itu jika harus menungguku.
Maafkan aku atas semua yang telah hilang
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
pergi
Selasa, 17 Januari 2017
Aku tetap mempertahankan kamu dengan atas nama "aku masih menyayangimu" dan terus menyakinkan diriku bahwa kamu juga mempunyai rasa yang sama padahal dari semua sikapmu seperti tidak ada lagi rasa sama sekali.
Pertahananku sangat kokoh dan aku hanya ingin kamu dan tidak ada yang lain sampai aku menutup rapat rapat siapapun yang ingin memberikan cintanya padaku
Sampai suatu saat seseorang datang padaku bilang dia punya rasa padaku dan aku tidak membalas rasa nya bukan karena apapun, aku masih inginkan kamu dan ingin memperbaiki hubungan kita. Itu saja
Akan tetapi, apakah yang aku dapatkan darimu hah, aku menjadi sebodoh ini telah tulus padamu dan aku inginkan dia lagi tapi semua sudah terlambat
Seseorang itu sudah punya cintanya dan dia bahagia, harusnya bukan perempuan itu yang ada di dekatnya tapi aku
Waktu terus berjalan kan, akhirnya aku melepaskanmu dan membiarkan kamu pergi dan memang itukan mau mu
Sedih, tapi aku tidak bisa berbuat banyak
aku telah mempertahankan seseorang yang memang sudah melupakanku, buat apa mempertahankan yang jelas sudah tidak ada lagi harapan untuk bersama, saat itu aku hanya perempuan yang punya rasa yang dalam padamu dan aku tahu kamu tidak mau seolah membuangku,
Kadang seseorang yang kita pertahankan malah sebenarnya dia yang ingin pergi dari kita dan waktulah yang memberikan pesan bahwa membiarkannya pergi adalah hal yang paling baik
sudahlah, sekarang aku harus lebih sadar dan menerima kenyataan bahwa rasa itu tidak boleh dipaksakan dan tidak harus seperti yang kamu inginkan
Terima kasih untuk yang pernah hilang
Pertahananku sangat kokoh dan aku hanya ingin kamu dan tidak ada yang lain sampai aku menutup rapat rapat siapapun yang ingin memberikan cintanya padaku
Sampai suatu saat seseorang datang padaku bilang dia punya rasa padaku dan aku tidak membalas rasa nya bukan karena apapun, aku masih inginkan kamu dan ingin memperbaiki hubungan kita. Itu saja
Akan tetapi, apakah yang aku dapatkan darimu hah, aku menjadi sebodoh ini telah tulus padamu dan aku inginkan dia lagi tapi semua sudah terlambat
Seseorang itu sudah punya cintanya dan dia bahagia, harusnya bukan perempuan itu yang ada di dekatnya tapi aku
Waktu terus berjalan kan, akhirnya aku melepaskanmu dan membiarkan kamu pergi dan memang itukan mau mu
Sedih, tapi aku tidak bisa berbuat banyak
aku telah mempertahankan seseorang yang memang sudah melupakanku, buat apa mempertahankan yang jelas sudah tidak ada lagi harapan untuk bersama, saat itu aku hanya perempuan yang punya rasa yang dalam padamu dan aku tahu kamu tidak mau seolah membuangku,
Kadang seseorang yang kita pertahankan malah sebenarnya dia yang ingin pergi dari kita dan waktulah yang memberikan pesan bahwa membiarkannya pergi adalah hal yang paling baik
sudahlah, sekarang aku harus lebih sadar dan menerima kenyataan bahwa rasa itu tidak boleh dipaksakan dan tidak harus seperti yang kamu inginkan
Terima kasih untuk yang pernah hilang
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
"kamu cantik, cahaya"
Minggu, 15 Januari 2017
Kamu cantik, cahaya
Setiap hari aku berjalan untuk pergi ke sekolah dan di hari ini di tengah perjalananku ada seseorang yang memanggilku "cahayaa ... udah besar yah sekarang" aku diam sebentar oh yah ampun itu adalah tetanggaku ternyata dia sudah keluar penjara.
Memang dia pernah mencuri dan ketahuan polisi dan akhirnya dipenjara tapi dia baik padaku, "oh om bagus, sudah selesai hukumannya" dan kami sempat berbicara sebentar untuk menanyakan kabar dan dia menatapku lekat sekali sampai aku dibuat bingung olehnya tapi aku harus cepat pergi ke sekolah dan meninggalkannya
Namun, aku tak menyangka Itu pertemuan pertama dan terakhir dengan om bagus setelah keluar penjara ketika sorenya om bagus meninggal dunia karena overdosis obat terlarang dikamarnya. Aku kaget baru tadi pagi bertemu dengannya tapi sorenya sudah tidak ada di dunia dan aku masih ingat ucapan terakhirnya padaku "kamu tambah cantik yah, cahaya"
Aku kasihan padanya baru juga bebas tapi takdirnya secepat itu tetapi kasihan dan sedihku tidak boleh berlarut dan aku langsung fokuskan ke sekolah karena ini udah mendekati ujian kenaikan kelas 3 SMA, aku senang belajar di sekolah apalagi pelajaran matematika tapi guru matematikaku lagi umroh dan digantikan dengan mahasiswa yang lagi magang dia namanya ka iqbal dan dia cerdas dan baik sekali
Ketika pulang sekolah aku bertemu dengannya di jalan dan kami berjalan berdua kami berbicara banyak sekali dan saat dia mau naik angkot dia bilang "kamu cantik yah, cahaya" dan dia langsung melambaikan tangan padaku dan kemudian naik angkotnya
Entahlah saat ka iqbal bilang itu langsung ada rasa "deg" dalam dadaku dan tiba tiba aku langsung ketakutan tak jelas dan aku terus meyakinkan diriku bahwa itu hanya ucapan biasa dan tidak ada lebihnya tapi
Benar saja ketakutanku. Esoknya ka iqbal meninggal dunia karena kecelakaan angkotnya itu, sempat koma dulu selama tiga jam tapi nyawanya tidak tertolong. Aku langsung nangis bersama teman temanku. Apakah aku boleh jujur. Aku ketakutan sekarang?
Mataku benar benar sembab karena menangis tapi dalam lubuk hatiku aku menyakinkan diriku bahwa ucapan ucapan terakhir mereka tidak ada pengaruhnya sama sekali dan memang takdirnya mereka harus meninggal dunia kan tapi entahlah aku tidak mau lagi di bilang cantik oleh siapapun sejak saat itu
Hari hari aku jalanin seterusnya. Sejak saat itu aku jarang bicara dengan teman temanku aku lebih baik diam dan tidak pernah cerita pada siapapun tentang ketakutan tak jelas itu.
Saat ujian kenaikan kelas. Aku duduk berdua dengan adik kelas dan disamping ku itu adalah andika dan kebetulan aku tahu dia menyukaiku karena kami satu organisasi bareng dan dia sempat pernah bilang suka padaku. Andika memang ganteng dan baik dan akupun juga suka padanya tapi aku sudah punya dani. Dani adalah pacarku yang kuliah semester tiga di universitas swasta jurusan jurnalistik
Setelah hari terakhir ujian kenaikan kelas itu, dia memberikan aku kertas yang bertuliskan "kamu tambah cantik yah, cahaya" aku kaget dan diam cukup lama dan aku langsung buang kertas itu, aku memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dan tidak mau mendengar kejadian apapun hari ini
apakah ada sesuatu hal buruk terjadi pada andika?
Keesokan harinya, ada temanku yang memang satu organisasi datang ke rumah dan memberitahuku bahwa andika meninggal dunia kemarin karena tawuran dengan sekolah lain entahlah aku hanya diam saja kali ini
Tapi aku memutuskan untuk tidak ke rumah andika karena aku bilang pada temanku aku sakit padahal memang aku sakit karena aku merasa ditekan oleh keadaan yang tidak bisa aku jelaskan pada siapapun
Ini sudah tiga kali kejadian yang hampir sama dan aku belum terbiasa dengan kehilangan seseorang tiba tiba dan sebelumnya saat mereka meninggal dunia mereka sempat berinteraksi denganku dulu, ya tuhan apakah ada yang salah dari diriku ini?
Hari haripun berlalu dan libur sekolahpun tiba, aku senang karena tidak bertemu orang banyak, aku takut kejadian sama akan terulang lagi dan aku tidak mau mendengar kabar kesedihan itu lagi
-----------------------
Dani mulai ada kabar lagi sebelumnya dia bilang tidak mau di ganggu dulu karena ada urusan kuliah yang harus di fokuskan dan aku mengerti. Aku senang sekali mendapat pesan singkatnya untuk mengajakku ketemuan dan akan menjemputku,
Aku senang berdua sama dani hmm dani itu lucu orangnya dan baik serta selalu membuat ku ketawa rasanya aku ingin selalu berdua dengannya sebenernya aku ingin cerita padanya tentang kejadian kejadian kemarin itu tapi aku tidak berani pasti dia akan tertawa dan menganggapku sedang bercanda padanya dan aku lebih baik menikmati kebersamaan dengannya saja
Tengah malam pun tiba dan dia mengantar aku pulang saat mau turun dari mobilnya dia bilang padaku
"Cahaya, maaf yah kemarin aku tidak sempat memberimu kabar dan aku tahu kamu pasti menungguku, aku sayang banget sama kamu, semua laki laki pasti ingin jadi aku?"
"Hehe, kenapa emangnya?" Kataku
"Karena aku pacarnya kamu"
Aku senyum padanya padahal dani orang yang jarang bilang kata kata seperti itu dan dani menatapku lama sekali serta mencium keningku dan dia bilang "aku mencintaimu, cahaya" dan aku tersenyum padanya. dia memberikan kado padaku dan dia bilang buka kadonya nanti pagi saja sudah malam harus istirahat dani bilang gitu dan aku langsung tidur sesampainya di kamar
Aku tertidur lelap sekali sampai kesiangan dan tidak ada firasat apapun malam itu
Akan tetapi. Esok paginya aku di bangunkan oleh ibunya dani dan setelah aku bangun ibu dani langsung memelukku dan menangis jujur aku kaget sekali dan dia bilang "dani ... dani" kata ibunya sambil terisak dan aku mulai panik
"Dani dani di rumah sakit, ayaaa ... dia tadi malam mencoba bunuh diri"
"Hah, bunuh diri? " kataku kaget
Aku langsung panik padahal kemarin malam aku bersamanya, ada apa dengan dani sampai dia nekat begitu dan aku,ibuku, dan ibunya dani langsung ke rumah sakit untuk menemuinya
Di rumah sakit aku melihat dani koma dia bunuh diri dengan cara minum obat nyamuk entahlah apa yang dipikirkan dani, kemarin dia seperti biasanya dan seperti tidak ada masalah apapun.
aku menunggunya di rumah sakit dan setelah empat jam menunggu dani pergi dariku dan dia tidak bisa tertolong. Aku nangis sejadi jadinya dan ibunya dani memelukku erat sekali dan banyak air mata dari keluarga dani disana. Daniku yang ku cintai dan ku sayangi meninggalkan aku dengan cara seperti itu dan saat aku menatapnya untuk terakhir kalinya aku bertanya dalam hati "ada apa dani?"
Ibuku menyuruhku untuk pulang mungkin ibu takut keadaanku malah tambah buruk jika masih terus di rumah sakit
Ketika sampai di rumah. Aku melihat meja belajarku ada kotak kecil dan itu kado dari dani kamarin. Aku memulai membukanya dengan sesak tangisanku dan saatku buka kadonya adalah kaca dan di saat aku membuka tutup kacanya ada kertas yang bertuliskan "kamu tambah cantik cahaya kalau memakai kaca ini"
Setiap hari aku berjalan untuk pergi ke sekolah dan di hari ini di tengah perjalananku ada seseorang yang memanggilku "cahayaa ... udah besar yah sekarang" aku diam sebentar oh yah ampun itu adalah tetanggaku ternyata dia sudah keluar penjara.
Memang dia pernah mencuri dan ketahuan polisi dan akhirnya dipenjara tapi dia baik padaku, "oh om bagus, sudah selesai hukumannya" dan kami sempat berbicara sebentar untuk menanyakan kabar dan dia menatapku lekat sekali sampai aku dibuat bingung olehnya tapi aku harus cepat pergi ke sekolah dan meninggalkannya
Namun, aku tak menyangka Itu pertemuan pertama dan terakhir dengan om bagus setelah keluar penjara ketika sorenya om bagus meninggal dunia karena overdosis obat terlarang dikamarnya. Aku kaget baru tadi pagi bertemu dengannya tapi sorenya sudah tidak ada di dunia dan aku masih ingat ucapan terakhirnya padaku "kamu tambah cantik yah, cahaya"
Aku kasihan padanya baru juga bebas tapi takdirnya secepat itu tetapi kasihan dan sedihku tidak boleh berlarut dan aku langsung fokuskan ke sekolah karena ini udah mendekati ujian kenaikan kelas 3 SMA, aku senang belajar di sekolah apalagi pelajaran matematika tapi guru matematikaku lagi umroh dan digantikan dengan mahasiswa yang lagi magang dia namanya ka iqbal dan dia cerdas dan baik sekali
Ketika pulang sekolah aku bertemu dengannya di jalan dan kami berjalan berdua kami berbicara banyak sekali dan saat dia mau naik angkot dia bilang "kamu cantik yah, cahaya" dan dia langsung melambaikan tangan padaku dan kemudian naik angkotnya
Entahlah saat ka iqbal bilang itu langsung ada rasa "deg" dalam dadaku dan tiba tiba aku langsung ketakutan tak jelas dan aku terus meyakinkan diriku bahwa itu hanya ucapan biasa dan tidak ada lebihnya tapi
Benar saja ketakutanku. Esoknya ka iqbal meninggal dunia karena kecelakaan angkotnya itu, sempat koma dulu selama tiga jam tapi nyawanya tidak tertolong. Aku langsung nangis bersama teman temanku. Apakah aku boleh jujur. Aku ketakutan sekarang?
Mataku benar benar sembab karena menangis tapi dalam lubuk hatiku aku menyakinkan diriku bahwa ucapan ucapan terakhir mereka tidak ada pengaruhnya sama sekali dan memang takdirnya mereka harus meninggal dunia kan tapi entahlah aku tidak mau lagi di bilang cantik oleh siapapun sejak saat itu
Hari hari aku jalanin seterusnya. Sejak saat itu aku jarang bicara dengan teman temanku aku lebih baik diam dan tidak pernah cerita pada siapapun tentang ketakutan tak jelas itu.
Saat ujian kenaikan kelas. Aku duduk berdua dengan adik kelas dan disamping ku itu adalah andika dan kebetulan aku tahu dia menyukaiku karena kami satu organisasi bareng dan dia sempat pernah bilang suka padaku. Andika memang ganteng dan baik dan akupun juga suka padanya tapi aku sudah punya dani. Dani adalah pacarku yang kuliah semester tiga di universitas swasta jurusan jurnalistik
Setelah hari terakhir ujian kenaikan kelas itu, dia memberikan aku kertas yang bertuliskan "kamu tambah cantik yah, cahaya" aku kaget dan diam cukup lama dan aku langsung buang kertas itu, aku memutuskan untuk langsung pulang ke rumah dan tidak mau mendengar kejadian apapun hari ini
apakah ada sesuatu hal buruk terjadi pada andika?
Keesokan harinya, ada temanku yang memang satu organisasi datang ke rumah dan memberitahuku bahwa andika meninggal dunia kemarin karena tawuran dengan sekolah lain entahlah aku hanya diam saja kali ini
Tapi aku memutuskan untuk tidak ke rumah andika karena aku bilang pada temanku aku sakit padahal memang aku sakit karena aku merasa ditekan oleh keadaan yang tidak bisa aku jelaskan pada siapapun
Ini sudah tiga kali kejadian yang hampir sama dan aku belum terbiasa dengan kehilangan seseorang tiba tiba dan sebelumnya saat mereka meninggal dunia mereka sempat berinteraksi denganku dulu, ya tuhan apakah ada yang salah dari diriku ini?
Hari haripun berlalu dan libur sekolahpun tiba, aku senang karena tidak bertemu orang banyak, aku takut kejadian sama akan terulang lagi dan aku tidak mau mendengar kabar kesedihan itu lagi
-----------------------
Dani mulai ada kabar lagi sebelumnya dia bilang tidak mau di ganggu dulu karena ada urusan kuliah yang harus di fokuskan dan aku mengerti. Aku senang sekali mendapat pesan singkatnya untuk mengajakku ketemuan dan akan menjemputku,
Aku senang berdua sama dani hmm dani itu lucu orangnya dan baik serta selalu membuat ku ketawa rasanya aku ingin selalu berdua dengannya sebenernya aku ingin cerita padanya tentang kejadian kejadian kemarin itu tapi aku tidak berani pasti dia akan tertawa dan menganggapku sedang bercanda padanya dan aku lebih baik menikmati kebersamaan dengannya saja
Tengah malam pun tiba dan dia mengantar aku pulang saat mau turun dari mobilnya dia bilang padaku
"Cahaya, maaf yah kemarin aku tidak sempat memberimu kabar dan aku tahu kamu pasti menungguku, aku sayang banget sama kamu, semua laki laki pasti ingin jadi aku?"
"Hehe, kenapa emangnya?" Kataku
"Karena aku pacarnya kamu"
Aku senyum padanya padahal dani orang yang jarang bilang kata kata seperti itu dan dani menatapku lama sekali serta mencium keningku dan dia bilang "aku mencintaimu, cahaya" dan aku tersenyum padanya. dia memberikan kado padaku dan dia bilang buka kadonya nanti pagi saja sudah malam harus istirahat dani bilang gitu dan aku langsung tidur sesampainya di kamar
Aku tertidur lelap sekali sampai kesiangan dan tidak ada firasat apapun malam itu
Akan tetapi. Esok paginya aku di bangunkan oleh ibunya dani dan setelah aku bangun ibu dani langsung memelukku dan menangis jujur aku kaget sekali dan dia bilang "dani ... dani" kata ibunya sambil terisak dan aku mulai panik
"Dani dani di rumah sakit, ayaaa ... dia tadi malam mencoba bunuh diri"
"Hah, bunuh diri? " kataku kaget
Aku langsung panik padahal kemarin malam aku bersamanya, ada apa dengan dani sampai dia nekat begitu dan aku,ibuku, dan ibunya dani langsung ke rumah sakit untuk menemuinya
Di rumah sakit aku melihat dani koma dia bunuh diri dengan cara minum obat nyamuk entahlah apa yang dipikirkan dani, kemarin dia seperti biasanya dan seperti tidak ada masalah apapun.
aku menunggunya di rumah sakit dan setelah empat jam menunggu dani pergi dariku dan dia tidak bisa tertolong. Aku nangis sejadi jadinya dan ibunya dani memelukku erat sekali dan banyak air mata dari keluarga dani disana. Daniku yang ku cintai dan ku sayangi meninggalkan aku dengan cara seperti itu dan saat aku menatapnya untuk terakhir kalinya aku bertanya dalam hati "ada apa dani?"
Ibuku menyuruhku untuk pulang mungkin ibu takut keadaanku malah tambah buruk jika masih terus di rumah sakit
Ketika sampai di rumah. Aku melihat meja belajarku ada kotak kecil dan itu kado dari dani kamarin. Aku memulai membukanya dengan sesak tangisanku dan saatku buka kadonya adalah kaca dan di saat aku membuka tutup kacanya ada kertas yang bertuliskan "kamu tambah cantik cahaya kalau memakai kaca ini"
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
pernah?
Kamis, 12 Januari 2017
Pernah?
Pernah di tinggal dengan alasan "kamu terlalu baik untuk aku" atau "kamu pasti bisa dapet yang lebih baik dari aku?", Pernah si dia tiba tiba menghilang? Atau mungkin si dia sudah mendapat cintanya dan akan menyedihkan kalau cintanya itu malah teman dekat kita sendiri dan kita cuma bisa bilang "yah mau digimanain lagi"
Jujur saja. Kamu pernah mengalami salah satu dari kejadian itu kan atau mungkin malah semuanya, patah hati dan pernah berpikir "gak usah cinta cintaan lagi deh nanti bakal ribet sendiri" tapi kalau bertemu orang baru malah cinta lokasi lagi
Jika dia dan kamu saling jatuh cinta itu sederhanakan tapi pasti ada saja yang bikin rumit entah kamu yang sibuk jadi susah bales pesan singkatnya atau si dia lagi foto bareng sama temanmu yang bikin kamu cemburu sampai ke akar akarnya atau mungkin salah satu dari kalian susah mengungkapkan rasa sayang itu harus seperti apa
Membahas tentang cinta, patah hati atau apapun itu yang berkaitan tentang rasa dan perasaan itu rumit sekali dan tidak pernah ada awal dan akhirnya seperti apa
Apapun yang berkaitan tentang cinta Selalu manis dikenang jika keadaanmu mulai membaik walaupun sebelumnya ada hal hal yang justru pahit
intinya dalam sebuah cinta ingin sama sama bahagia dan saling mengasihikan? Perasaan cinta itu wajarkan, siapapun pasti ingin memiliki cinta dalam kehidupannya.
Akan tetapi. Kamu berada di kehidupan yang keinginanmu tidak bisa kamu miliki semuanya dan jika terpaksa patah hati berkali kali mungkin Tuhan ingin kamu untuk menikmati kehidupanmu yang lainnya dan Hidup bukan selalu tentang cinta dan si dia kan? Pasti awalnya berat tapi patah hati justru bisa membuatmu berpikir lebih bijaksana terhadap seseorang dan sampai di ujung akhirnya kamu malah berterima kasih karena sudah pernah patah hati
Pernah di tinggal dengan alasan "kamu terlalu baik untuk aku" atau "kamu pasti bisa dapet yang lebih baik dari aku?", Pernah si dia tiba tiba menghilang? Atau mungkin si dia sudah mendapat cintanya dan akan menyedihkan kalau cintanya itu malah teman dekat kita sendiri dan kita cuma bisa bilang "yah mau digimanain lagi"
Jujur saja. Kamu pernah mengalami salah satu dari kejadian itu kan atau mungkin malah semuanya, patah hati dan pernah berpikir "gak usah cinta cintaan lagi deh nanti bakal ribet sendiri" tapi kalau bertemu orang baru malah cinta lokasi lagi
Jika dia dan kamu saling jatuh cinta itu sederhanakan tapi pasti ada saja yang bikin rumit entah kamu yang sibuk jadi susah bales pesan singkatnya atau si dia lagi foto bareng sama temanmu yang bikin kamu cemburu sampai ke akar akarnya atau mungkin salah satu dari kalian susah mengungkapkan rasa sayang itu harus seperti apa
Membahas tentang cinta, patah hati atau apapun itu yang berkaitan tentang rasa dan perasaan itu rumit sekali dan tidak pernah ada awal dan akhirnya seperti apa
Apapun yang berkaitan tentang cinta Selalu manis dikenang jika keadaanmu mulai membaik walaupun sebelumnya ada hal hal yang justru pahit
intinya dalam sebuah cinta ingin sama sama bahagia dan saling mengasihikan? Perasaan cinta itu wajarkan, siapapun pasti ingin memiliki cinta dalam kehidupannya.
Akan tetapi. Kamu berada di kehidupan yang keinginanmu tidak bisa kamu miliki semuanya dan jika terpaksa patah hati berkali kali mungkin Tuhan ingin kamu untuk menikmati kehidupanmu yang lainnya dan Hidup bukan selalu tentang cinta dan si dia kan? Pasti awalnya berat tapi patah hati justru bisa membuatmu berpikir lebih bijaksana terhadap seseorang dan sampai di ujung akhirnya kamu malah berterima kasih karena sudah pernah patah hati
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
biarkan berlalu
Selasa, 10 Januari 2017
Aku pernah bahagia bersamamu dan kamupun merasakan hal yang sama bukan? Kita pernah saling membutuhkan dan saling sakit hati atas perbuatan masing masing dari kita
Masihkah kamu mengingat kita pernah duduk diam berdua dengan pikiran kita masing masing dan kita seolah saling mengerti tanpa harus dikatakan? Hati dan pikiran kita pernah saling terhubungkan?
Itu telah berlalu aku masih mengingat tapi tidak terlalu detail. Memang kita tidak selalu bersama tapi aku menikmati semua kebersamaan kita dan itu telah berakhir
Saat orang bertanya dimana kamu? Aku hanya diam tersenyum karena mereka tidak tahu, kita tidak lagi bersama dalam sebuah status itu.
Saat perpisahan itu terjadi ketika aku bilang aku baik baik saja itu berarti aku sedang berbohong padamu, mana mungkin aku bisa melupakan mu dalam hitungan menit saat kamu mengucapkan kata perpisahan itu dan kamu bilang aku hanya butuh waktu
Waktu berjalan sesukanya, yang kamu bilang ternyata benar aku hanya perlu waktu untuk mengembalikan hidupku tanpa kamu dan takdir sepertinya menginginkan kita tidak terus bersama
Terimakasih karena denganmu bisa membuatku lebih bijaksana dan terimakasih kamu mengajarkanku untuk bisa senyum lebih tulus walaupun secara tidak langsung.
Ketika orang orang bertanya "apakah aku masih mencintaimu?" Aku akan menjawab dengan senyum yang telah kamu ajarkan "dia hanya bagian terindah dari masalalu ku dan tidak lebih dari itu"
Masihkah kamu mengingat kita pernah duduk diam berdua dengan pikiran kita masing masing dan kita seolah saling mengerti tanpa harus dikatakan? Hati dan pikiran kita pernah saling terhubungkan?
Itu telah berlalu aku masih mengingat tapi tidak terlalu detail. Memang kita tidak selalu bersama tapi aku menikmati semua kebersamaan kita dan itu telah berakhir
Saat orang bertanya dimana kamu? Aku hanya diam tersenyum karena mereka tidak tahu, kita tidak lagi bersama dalam sebuah status itu.
Saat perpisahan itu terjadi ketika aku bilang aku baik baik saja itu berarti aku sedang berbohong padamu, mana mungkin aku bisa melupakan mu dalam hitungan menit saat kamu mengucapkan kata perpisahan itu dan kamu bilang aku hanya butuh waktu
Waktu berjalan sesukanya, yang kamu bilang ternyata benar aku hanya perlu waktu untuk mengembalikan hidupku tanpa kamu dan takdir sepertinya menginginkan kita tidak terus bersama
Terimakasih karena denganmu bisa membuatku lebih bijaksana dan terimakasih kamu mengajarkanku untuk bisa senyum lebih tulus walaupun secara tidak langsung.
Ketika orang orang bertanya "apakah aku masih mencintaimu?" Aku akan menjawab dengan senyum yang telah kamu ajarkan "dia hanya bagian terindah dari masalalu ku dan tidak lebih dari itu"
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
hanya adanya
Jumat, 06 Januari 2017
Kami berjalan berdua di lorong sekolah untuk pulang ke rumah iya rumah kami memang satu arah dan pulang naik sepeda berdua sama nyoman pastilah nyoman yang mengoes sepedanya sedangkan aku di belakangnya sambil memegang pundaknya
Kami bersahabat dekat dari masuk kelas sepuluh, aku dekat dengannya mungkin ketika masih sekolah dasar aku pernah tinggal di bali dan nyoman pun kecil di bali tapi ketika SMA nyoman pindah ke bandung
Aku definisikan tentang Nyoman, nyoman sering mengerjakan pr ku dan membuat gambar gambar lucu untukku dan aku menyukainya, tinggiku sedagunya nyoman dan kulit nyoman sawo matang padahal mah hitam tapi dia lebih suka dibilang kulit sawo matang dan mempunyai mata yang lentik khas bali yang memang ada dalam darahnya dan suka naik sepeda menjemputku untuk sekolah katanya lebih sehat dan lebih romantis juga dan saat dia bilang itu aku tertawa lepas dan memukul lengannya
Kembali disaat perjalanan pulang sekolah ketika di sepedanya dia bilang
"Nis, kenapa nama kamu annisa?"
"Karena aku perempuan"
"Tapi kenapa tidak semua perempuan namanya annisa?"
"Yah mungkin ayah lebih suka ke arab-araban"
"Oh yah ampun berarti ayahmu selingkuh sama arab yah kan katanya lebih suka"
"Hahahaha ... apa deh nyoman, itu annisa itu bahasa arab artinya perempuan"
"Berarti kamu adalah annisa yang ke perempuan-perempuanan"
"Hahaha ... terserah kamu lah"
Begitulah nyoman menyenangkan bagiku dan bicara yang aku sendiri tidak tahu apa maksudnya, sesampainya di rumahku dia bilang akan ke rumah nanti malam mau ngerjain pr bareng walaupun hanya dia yang mengerjakan dan aku tinggal menyalinnya biasanya seperti itu
Kami bersahabat inget itu teman teman pembaca, persahabatan yang menyenangkan dengannya dan minggu depan adalah ulang tahunnya padahal masih seminggu lagi tapi dia ribet sendiri dia bilang ingin mengajak teman teman sekelas nonton bioskop dan makan bareng tapi dia bilang kebanyakan nanti ga muat di bioksopnya jadi dia mengajakku saja, aduh nyomaannn.... aku tahu kamu pasti bercanda dan lebih nyebelin lagi dia bilang ingin mentraktirku tapi nanti di bagi dua pembayarannya dan dia bakal ganti uang yang bagi dua itu. Sudahlah nyoman kalau kamu belum punya uang untuk traktirku mendingan gausah tapi nyoman bilang ini ulang tahun spesial karena ulang tahun kali ini terakhir di bangku sekolah karena kami sudah kelas 3 SMA yang sedikit lagi akan ujian nasional
Akan tetapi. Malam ini nyoman tidak datang padahal aku menunggunya sampai jam 10 malam dan saat ku telpon no rumahnya dan bibinya bilang kalau nyoman keluar dari jam 5 sore dan belum pulang sampai sekarang. Ini bagian yang kurang ku suka dari nyoman seengakknya dia kasih kabar kalau tidak jadi datang biar aku bisa tidur dari jam 8 malam tapi sudahlah mungkin ada urusan yang lebih penting.
Ketika jam 12 malam ada telpon rumahku berbunyi, aku kaget mana mungkin ada orang mau telpon jam segini dan itu menurutku mengganggu aku membiarkannya ku pikir juga bakal berhenti sendiri tapi telpon terus berbunyi sampai jam 1 malam oke akan ku angkat telponnya kebetulan kamarku yang dekat ruang tengah
"Malam nis"
"Apa deh nyoman. Kamu ganggu malam malam telpon gini"
"Maaf nis. Tadi aku tidak menemuimu, pasti kamu marah"
"Iyaa. Kamu sering banget kaya gini"
"Apa yang harus aku lakukan biar kamu maafin aku"
"Tutup telponnya!"
"Oke" klik telponnya ditutup
Dan telponnya berbunyi lagi
"Apalagi nyomannnn .... " kataku dengan suara tinggi
"Loh kok kamu tambah marah katanya kalo aku tutup telponnya kamu maafin aku"
"Ih maksudnya bukan gitu ih kamu mah"
"Hahaha maaf maaf yah nisa. Semoga kamu memaafkan aku dan kamu annisa yang keperempuanan jadi harus bisa memaafkan"
"Haha iya iya yaudah tidur sana besok kan harus jemput pagi pagi naik sepeda"
"Siap komandan. Selamat tidur nisa"
Aku tutup telponnya dia selalu bisa membuat ku tersenyum
Ah .. nyoman
Besoknya dia jemput seperti biasa dan aku menanyakan soal tadi malam kenapa tidak datang ke rumah padahal mah yah dia bilang datang ke rumah jam 11 malam itu mah aku udah tidur tapi dia tetap bilang bahwa dia laki laki yang menempati janji bahwa dia datang ke rumahku dan meminta ayah, bunda dan bibi untuk tidak mengangkat telpon darinya jam 12 malam karena hanya ingin aku yang jawab dan setelah mendengar penjelasannya aku menjewer telinganya
Seminggu pun berlalu. Ini adalah ulang tahun nyoman yang ke 17 tahun dan sesuai keinginannya mengajakku nonton dan makan bareng dan benar saja aku seperti bayar sendiri tapi dia bilang di ganti nanti tenang saja dan akupun tidak terlalu memikirkannya.
Di bioskop kita nonton film drama cinta yang sedih menguras lautan eh salah menguras air mata dan akupun ikut terbawa suasana ada air mata menetes di mataku
"Kamu nangis nis haha?" Tanya nyoman di tengah film sambil berbisik
"Iya filmnya sedih"
"Okelah aku akan buat diriku juga menangis"
"Lah nangis kok dibuat itu mah dari hati" kataku
Dan dia bilang
"Aku tidak akan membiarkan kamu nangis sendiri nis. Inget itu baik baik"
Entahlah apa maksud nyoman apakah cuma bercanda atau dia serius sampai sekarang aku tidak tahu jawabannya.
Saat aku bilang nyoman mau kado apa. Dia malah bilang kadonya cukup satu yaitu ingin aku jadi mahasiswa universitas indonesia itu kan favorit dan banyak juga peminatnya tapi dia bilang nyoman hanya mau kado itu. Aku hanya tersenyum.
Itulah beberapa kejadian dari nyoman yang bisa ku ceritakan, sebenernya banyak kenangan dari dia yang tidak pernah aku lupakan karena sampai saat ini dia masih sahabatku yang baik sekali dan menyenangkan
Bulan aprilpun datang saatnya ujian nasional untuk tingkat Sma sederajat. Sekolah meliburkan seminggu sebelum ujian nasional berlangsung dan si nyoman malah mengajakku untuk makan malam berdua di sebuah cafe deket jalan besar bandung jam tujuh malam dan dia bilang aku langsung ke cafenya saja memesan kursi. Aku mengiyakannya jujur yah saat itu aku gugup sekali aku terus berganti pakaian yang pantas setelah itu aku terus melihat cermin apa aku sudah cantikkah? Atau apalah aku mencoba agar tampil beda malam ini dan bunda merapihkan rambutku dan rasanya senang sekali bisa makan malam bersama nyoman seperti di drama drama romantis di film film hehe
Jam tujuh kurang lima belas menit aku berangkat di antar bunda naik mobil sekalian bunda berangkat dinas malam. Bundaku seorang perawat
"Nis, ayoo berangkat sudah hampir jam tujuh kasian nyoman kalau harus nunggu kamu berlama lama di cermin" kata bunda
Aku tahu bunda sedang bercandain aku
"Iya bun"
"Nis. Kamu bawa hanphone ayah nih biar di jemput nanti sama ayah" kata ayah
"Gausah yah nanti aku dianter pulang kok sama nyoman" kataku
Akupun berangkat sama bunda ke cafe dan setelah itu
Tapi apa yang aku dapatkan. Kalau mengenang hal itu aku ingin meneteskan air mata
Nyoman tidak datang padahal aku menunggunya lama sekali dan sendirian sampai cafe itu tutup sekitar jam 11an sampai pegawai itu bilang cafenya sudah tutup. Aku sedih sekali rasanya kali ini nyoman benar benar mengecewakan aku dan hari ini benar benar dia membuat aku menangis akhirnya aku pulang sendirian pakai taksi dan sesampainya di rumah ayah lah yang bayar taksinya. Aku bawa uang sedikit saat itu karena nyoman bilang traktir sekalian mau ganti uang bioskop waktu itu
Aku langsung masuk ke kamar dan berharap tidak akan melihat muka nyoman lagi. Aku kesal dan aku tidak ingin menemuinya aku marah sekali padanya pokoknya saat itu perasaanku tidak menentu dan benar saja tidak ada tanda tanda hadirnya nyoman minta maaf padaku
Seminggu berlalu. Aku harus bersikap tenang untuk menghadapi ujian nasional ini dan aku minta diantar ayah ke sekolah agar tidak dijemput nyoman yah walaupun aku tidak tahu apakah nyoman berani menjemputku setelah membuatku menunggu lebih dari tiga jam di cafe yang dia janjikan
Ujian nasional berlangsung tapi aku tidak melihat nyoman padahal namanya ada di papan peserta dan aku kira dia terlambat tapi nyoman tidak datang sampai guru mencoba mencari ke rumahnya dan nyoman tidak ada dan teman temanpun bertanya padaku aku hanya menggelengkan kepala
Nyoman tidak hadir ujian nasional selama seminggu otomatis dia langsung di nyatakan tidak lulus tapi kemana nyoman?
Dia sangat menyebalkan tapi aku merindukannya dan akhirnya aku mencarinya
Pertama aku menelponnya dan no nya tidak tersambung dan aku memberanikan diri ke rumahnya ditemani bunda tapi rumahnya kosong, bunda mencoba bertanya pada ibu tetangga sebelahnya dan ibu itu menjawab
"Oh si nyoman yah. Kayanya dua minggu yang lalu pergi ke singapura kan nemenin maminya yang sakit kanker otak itu sempet di rawat rumah sakit rajawali tapi disuruh pindah kali ke singapura"
"Oh iya bu, terimakasih" kata bunda
Entahlah aku langsung memeluk bunda dan aku menangis di pelukan bunda kenapa sih nyoman ga pernah bilang kalau maminya sakit parah dan nyoman menghilang sekarang, aku tidak tahu bagaimana untuk menemuinya dan aku merasa menyesal pernah bilang aku tidak akan menemuinya lagi dan tidak ingin melihat mukanya lagi. Nyoman kamu kenapa bisa begitu tenangnya saat bersamaku seolah kamu tidak punya beban apapun?
Kami bersahabat dekat dari masuk kelas sepuluh, aku dekat dengannya mungkin ketika masih sekolah dasar aku pernah tinggal di bali dan nyoman pun kecil di bali tapi ketika SMA nyoman pindah ke bandung
Aku definisikan tentang Nyoman, nyoman sering mengerjakan pr ku dan membuat gambar gambar lucu untukku dan aku menyukainya, tinggiku sedagunya nyoman dan kulit nyoman sawo matang padahal mah hitam tapi dia lebih suka dibilang kulit sawo matang dan mempunyai mata yang lentik khas bali yang memang ada dalam darahnya dan suka naik sepeda menjemputku untuk sekolah katanya lebih sehat dan lebih romantis juga dan saat dia bilang itu aku tertawa lepas dan memukul lengannya
Kembali disaat perjalanan pulang sekolah ketika di sepedanya dia bilang
"Nis, kenapa nama kamu annisa?"
"Karena aku perempuan"
"Tapi kenapa tidak semua perempuan namanya annisa?"
"Yah mungkin ayah lebih suka ke arab-araban"
"Oh yah ampun berarti ayahmu selingkuh sama arab yah kan katanya lebih suka"
"Hahahaha ... apa deh nyoman, itu annisa itu bahasa arab artinya perempuan"
"Berarti kamu adalah annisa yang ke perempuan-perempuanan"
"Hahaha ... terserah kamu lah"
Begitulah nyoman menyenangkan bagiku dan bicara yang aku sendiri tidak tahu apa maksudnya, sesampainya di rumahku dia bilang akan ke rumah nanti malam mau ngerjain pr bareng walaupun hanya dia yang mengerjakan dan aku tinggal menyalinnya biasanya seperti itu
Kami bersahabat inget itu teman teman pembaca, persahabatan yang menyenangkan dengannya dan minggu depan adalah ulang tahunnya padahal masih seminggu lagi tapi dia ribet sendiri dia bilang ingin mengajak teman teman sekelas nonton bioskop dan makan bareng tapi dia bilang kebanyakan nanti ga muat di bioksopnya jadi dia mengajakku saja, aduh nyomaannn.... aku tahu kamu pasti bercanda dan lebih nyebelin lagi dia bilang ingin mentraktirku tapi nanti di bagi dua pembayarannya dan dia bakal ganti uang yang bagi dua itu. Sudahlah nyoman kalau kamu belum punya uang untuk traktirku mendingan gausah tapi nyoman bilang ini ulang tahun spesial karena ulang tahun kali ini terakhir di bangku sekolah karena kami sudah kelas 3 SMA yang sedikit lagi akan ujian nasional
Akan tetapi. Malam ini nyoman tidak datang padahal aku menunggunya sampai jam 10 malam dan saat ku telpon no rumahnya dan bibinya bilang kalau nyoman keluar dari jam 5 sore dan belum pulang sampai sekarang. Ini bagian yang kurang ku suka dari nyoman seengakknya dia kasih kabar kalau tidak jadi datang biar aku bisa tidur dari jam 8 malam tapi sudahlah mungkin ada urusan yang lebih penting.
Ketika jam 12 malam ada telpon rumahku berbunyi, aku kaget mana mungkin ada orang mau telpon jam segini dan itu menurutku mengganggu aku membiarkannya ku pikir juga bakal berhenti sendiri tapi telpon terus berbunyi sampai jam 1 malam oke akan ku angkat telponnya kebetulan kamarku yang dekat ruang tengah
"Malam nis"
"Apa deh nyoman. Kamu ganggu malam malam telpon gini"
"Maaf nis. Tadi aku tidak menemuimu, pasti kamu marah"
"Iyaa. Kamu sering banget kaya gini"
"Apa yang harus aku lakukan biar kamu maafin aku"
"Tutup telponnya!"
"Oke" klik telponnya ditutup
Dan telponnya berbunyi lagi
"Apalagi nyomannnn .... " kataku dengan suara tinggi
"Loh kok kamu tambah marah katanya kalo aku tutup telponnya kamu maafin aku"
"Ih maksudnya bukan gitu ih kamu mah"
"Hahaha maaf maaf yah nisa. Semoga kamu memaafkan aku dan kamu annisa yang keperempuanan jadi harus bisa memaafkan"
"Haha iya iya yaudah tidur sana besok kan harus jemput pagi pagi naik sepeda"
"Siap komandan. Selamat tidur nisa"
Aku tutup telponnya dia selalu bisa membuat ku tersenyum
Ah .. nyoman
Besoknya dia jemput seperti biasa dan aku menanyakan soal tadi malam kenapa tidak datang ke rumah padahal mah yah dia bilang datang ke rumah jam 11 malam itu mah aku udah tidur tapi dia tetap bilang bahwa dia laki laki yang menempati janji bahwa dia datang ke rumahku dan meminta ayah, bunda dan bibi untuk tidak mengangkat telpon darinya jam 12 malam karena hanya ingin aku yang jawab dan setelah mendengar penjelasannya aku menjewer telinganya
Seminggu pun berlalu. Ini adalah ulang tahun nyoman yang ke 17 tahun dan sesuai keinginannya mengajakku nonton dan makan bareng dan benar saja aku seperti bayar sendiri tapi dia bilang di ganti nanti tenang saja dan akupun tidak terlalu memikirkannya.
Di bioskop kita nonton film drama cinta yang sedih menguras lautan eh salah menguras air mata dan akupun ikut terbawa suasana ada air mata menetes di mataku
"Kamu nangis nis haha?" Tanya nyoman di tengah film sambil berbisik
"Iya filmnya sedih"
"Okelah aku akan buat diriku juga menangis"
"Lah nangis kok dibuat itu mah dari hati" kataku
Dan dia bilang
"Aku tidak akan membiarkan kamu nangis sendiri nis. Inget itu baik baik"
Entahlah apa maksud nyoman apakah cuma bercanda atau dia serius sampai sekarang aku tidak tahu jawabannya.
Saat aku bilang nyoman mau kado apa. Dia malah bilang kadonya cukup satu yaitu ingin aku jadi mahasiswa universitas indonesia itu kan favorit dan banyak juga peminatnya tapi dia bilang nyoman hanya mau kado itu. Aku hanya tersenyum.
Itulah beberapa kejadian dari nyoman yang bisa ku ceritakan, sebenernya banyak kenangan dari dia yang tidak pernah aku lupakan karena sampai saat ini dia masih sahabatku yang baik sekali dan menyenangkan
Bulan aprilpun datang saatnya ujian nasional untuk tingkat Sma sederajat. Sekolah meliburkan seminggu sebelum ujian nasional berlangsung dan si nyoman malah mengajakku untuk makan malam berdua di sebuah cafe deket jalan besar bandung jam tujuh malam dan dia bilang aku langsung ke cafenya saja memesan kursi. Aku mengiyakannya jujur yah saat itu aku gugup sekali aku terus berganti pakaian yang pantas setelah itu aku terus melihat cermin apa aku sudah cantikkah? Atau apalah aku mencoba agar tampil beda malam ini dan bunda merapihkan rambutku dan rasanya senang sekali bisa makan malam bersama nyoman seperti di drama drama romantis di film film hehe
Jam tujuh kurang lima belas menit aku berangkat di antar bunda naik mobil sekalian bunda berangkat dinas malam. Bundaku seorang perawat
"Nis, ayoo berangkat sudah hampir jam tujuh kasian nyoman kalau harus nunggu kamu berlama lama di cermin" kata bunda
Aku tahu bunda sedang bercandain aku
"Iya bun"
"Nis. Kamu bawa hanphone ayah nih biar di jemput nanti sama ayah" kata ayah
"Gausah yah nanti aku dianter pulang kok sama nyoman" kataku
Akupun berangkat sama bunda ke cafe dan setelah itu
Tapi apa yang aku dapatkan. Kalau mengenang hal itu aku ingin meneteskan air mata
Nyoman tidak datang padahal aku menunggunya lama sekali dan sendirian sampai cafe itu tutup sekitar jam 11an sampai pegawai itu bilang cafenya sudah tutup. Aku sedih sekali rasanya kali ini nyoman benar benar mengecewakan aku dan hari ini benar benar dia membuat aku menangis akhirnya aku pulang sendirian pakai taksi dan sesampainya di rumah ayah lah yang bayar taksinya. Aku bawa uang sedikit saat itu karena nyoman bilang traktir sekalian mau ganti uang bioskop waktu itu
Aku langsung masuk ke kamar dan berharap tidak akan melihat muka nyoman lagi. Aku kesal dan aku tidak ingin menemuinya aku marah sekali padanya pokoknya saat itu perasaanku tidak menentu dan benar saja tidak ada tanda tanda hadirnya nyoman minta maaf padaku
Seminggu berlalu. Aku harus bersikap tenang untuk menghadapi ujian nasional ini dan aku minta diantar ayah ke sekolah agar tidak dijemput nyoman yah walaupun aku tidak tahu apakah nyoman berani menjemputku setelah membuatku menunggu lebih dari tiga jam di cafe yang dia janjikan
Ujian nasional berlangsung tapi aku tidak melihat nyoman padahal namanya ada di papan peserta dan aku kira dia terlambat tapi nyoman tidak datang sampai guru mencoba mencari ke rumahnya dan nyoman tidak ada dan teman temanpun bertanya padaku aku hanya menggelengkan kepala
Nyoman tidak hadir ujian nasional selama seminggu otomatis dia langsung di nyatakan tidak lulus tapi kemana nyoman?
Dia sangat menyebalkan tapi aku merindukannya dan akhirnya aku mencarinya
Pertama aku menelponnya dan no nya tidak tersambung dan aku memberanikan diri ke rumahnya ditemani bunda tapi rumahnya kosong, bunda mencoba bertanya pada ibu tetangga sebelahnya dan ibu itu menjawab
"Oh si nyoman yah. Kayanya dua minggu yang lalu pergi ke singapura kan nemenin maminya yang sakit kanker otak itu sempet di rawat rumah sakit rajawali tapi disuruh pindah kali ke singapura"
"Oh iya bu, terimakasih" kata bunda
Entahlah aku langsung memeluk bunda dan aku menangis di pelukan bunda kenapa sih nyoman ga pernah bilang kalau maminya sakit parah dan nyoman menghilang sekarang, aku tidak tahu bagaimana untuk menemuinya dan aku merasa menyesal pernah bilang aku tidak akan menemuinya lagi dan tidak ingin melihat mukanya lagi. Nyoman kamu kenapa bisa begitu tenangnya saat bersamaku seolah kamu tidak punya beban apapun?
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
sebuah penantian
Selasa, 27 Desember 2016
Apakah kamu pernah menanti seseorang untuk jadi cintamu? Jika iya seberapa lama kamu mampu bertahan? Penantian melelahkan?
Sebuah penantian yang diawali sebuah rasa. Tidak ada yang salah dengan "rasa", dengan alasan rasa kamu bisa memilih apakah tetap menanti atau menjauh pergi
Jika kamu memilih menanti berarti kamu akan belajar arti ketulusan, tulus yang berasal hati yang bersih dan sungguh sungguh hanya yang sungguhlah yang mampu bertahan
Membahas tentang ketulusan aku pernah melihat sendiri, ada seseorang menanti satu cinta yang tidak berujung sampai di akhir hayatnya
Apakah dia salah? Jika dia salah? Apakah alasanmu itu? Dia hanya punya cinta dan cinta itu sudah dia perjuangkan tapi akhirnya dia harus menanti,
Melelahkan? Pasti. Dia tidak tahu apakah berakhir bahagia atau mungkin sebaliknya
Ketika kamu punya rasa yang dalam pada seseorang kadang logikamu seperti berhenti atau mungkin tidak berfungsi bahkan mati.
Silahkan kamu definisikan sendiri?
Sebuah penantian yang diawali sebuah rasa. Tidak ada yang salah dengan "rasa", dengan alasan rasa kamu bisa memilih apakah tetap menanti atau menjauh pergi
Jika kamu memilih menanti berarti kamu akan belajar arti ketulusan, tulus yang berasal hati yang bersih dan sungguh sungguh hanya yang sungguhlah yang mampu bertahan
Membahas tentang ketulusan aku pernah melihat sendiri, ada seseorang menanti satu cinta yang tidak berujung sampai di akhir hayatnya
Apakah dia salah? Jika dia salah? Apakah alasanmu itu? Dia hanya punya cinta dan cinta itu sudah dia perjuangkan tapi akhirnya dia harus menanti,
Melelahkan? Pasti. Dia tidak tahu apakah berakhir bahagia atau mungkin sebaliknya
Ketika kamu punya rasa yang dalam pada seseorang kadang logikamu seperti berhenti atau mungkin tidak berfungsi bahkan mati.
Silahkan kamu definisikan sendiri?
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
kamu ini duniaku
Selasa, 20 Desember 2016
Rasanya memang menyedihkan saat harus kehilangan orang tersayang untuk selamanya hal ini sedang terjadi padaku. Kakak lakilaki ku yang selalu ada buatku kini harus berbaring di peti mati tanpa ku tahu apa yang membuatnya mati
Aku menemukan dia didalam kamarnya tanpa ada dua bola mata di kepalanya dan banyak darah mengalir dari kosongnya bola matanya itu dan aku teriak kencang dan tidak sadarkan diri seketika
Sekarang aku bersama ibuku saja tanpa kakak dan ayah, ayahku menghilang sejak sebulan lalu dan tidak ada kabar darinya polisipun tidak bisa menemukan keberadaan ayahku
Itu awal dari kesedihanku, hari hari ku terus berjalan dengan tugas tugas menumpuk yang membuatku lelah tapi lelahku dapat terobati karena memiliki teman sebaik risya yang selalu bersamaku sejak semester satu dan risya juga sering membantuku di tugas tugas ku ini
Akan tetapi, seminggu yang lalu dia meninggalkan ku juga seperti kakak dan aku mulai heran dan takut saat ku tahu risya mati karena diketahui bunuh diri dengan cara mengambil bola mata dari kepalanya, aku kehilangan dua orang terdekatku dengan cara tragis tanpa bola matanya yang membuat mereka mati
Aku sedih sekali, aku bingung kejadian kejadian ini tidak pernah terbayangkan dalam waktu kurang dari dua bulan aku kehilangan tiga orang yang selalu ada buatku, seandainya ayah ada disini pasti dia tahu apa yang harus aku lakukan tapi ayah tidak ada disini
Kini apapun yang ku lakukan sendiri dari berangkat ke kampus sampai pulang ke kampus, memang banyak teman disini tapi aku hanya dekat dengan risya tapi risya meninggalkanku dan di saat hatiku sedih dan bingung ditambah lagi dengan tugas fotografi belum selesai aku memang membutuhkan kakak dan risya di saat seperti ini alhasil aku tidak bisa menyelesaikan tugas fotografi pada waktunya
Dosen fotografiku bernama najwa, dia sangat kesal saat dia tahu aku belum selesai tugas fotografinya dan bu najwa membentak bentak ku di depan kelas dia juga memberikan sindiran menyakitkan serta dia sempat bilang kalau aku adalah mahasiswi tidak cantik, aku tahu akan seperti ini jadinya dia memang dosen yang terkenal dengan ucapan yang kadang memang tak pantas tapi aku tak membalasnya dan memohon agar ada tambahan waktu untuk menyelesaikannya
Tepat seminggu kemudian sejak bu najwa membentak bentakku di depan kelas kejadian aneh terjadi pada bu najwa, dia diberitakan kepalanya terkena air panas yang membuat mukanya hancur dan dia buta permanen sungguh ini mengerihkan sekali akhirnya dosen fotografiku bukan bu najwa lagi
Entah mengapa aku merasa di bayang bayangi rasa ketakutan yang tidak bisa aku jelaskan tapi aku tidak berani menceritakan pada ibu, sejak ayah menghilang ibuku sakit sakitan dan sering berbaring di kasur kamar tapi untung saja ada tanteku yang sering datang dan merawat kami, mungkin karena tante hidup sendiri tidak punya anak dan suami
-----------------------------
"Anggun, ini untukmu" sambil memberikan minuman kaleng padaku, aku kaget sekali baru pertama aku mendengar suaranya, seorang mahasiswa yang sangat dingin bahkan aku dan risya pernah mengira dia tidak punya teman satupun
"Oh haha terimakasih, dani" akupun bingung harus seperti apa tapi dani seperti mengajakku berteman dan mengobrol banyak hal dengannya, dani tak canggung bercerita banyak padaku padahal sebelumnya aku tak pernah bertegur sapa dengannya tapi dani anak yang baik dan juga asik dani bisa memecahkan suasana hatiku yang ketakutan ini
Semakin hari aku semakin akrab dengan dani mungkin karena kami sama sama sendiri ternyata dani orang yang menyenangkan sampai akhirnya dani memintaku untuk jadi kekasihnya akupun juga suka padanya. Rasa ketakutanku mulai hilang sedikit demi sedikit
Setelah tiga bulan dani menjadi kekasihku entahlah aku merasa dia menjadi aneh, dia benar benar cemburuan bahkan sama anak laki laki penjual es di pinggir jalan, aku memang kasihan melihat anak kecil itu jadi aku sering ke tempatnya dan memberikan uang untuknya tapi dani tidak suka melihatku seperti itu, aku merasa tidak boleh satupun orang dekat dengan ku bahkan bukan cuma orang sampai kucing jalanan saja pernah di buang ke sungai karena aku mengusap usap kepalanya dan dani hanya bilang "aku tak suka kamu membagi rasa cintamu untuk apapun" kali ini dani sangat menakutkan buatku
Sampai di akhirnya dani mengajakku ke rumahnya, dani hidup sendiri di rumah sebesar ini, saat aku duduk sendiri di ruang tamu aku melihat kamar yang di pintunya bertuliskan "anggun", seperti namaku
Aku mencoba untuk membuka kamar itu dan setelah membukanya, air mataku menetes dan aku tidak sadarkan diri aku baru tahu siapa dani sebenarnya hari ini
Aku terbangun di sofa ruang tamu, dani tersenyum padaku tapi kali ini dia sangat menakutkan, bagaimana harus ku jelaskan aku melihat satu dinding penuh dengan foto fotoku serta aku menemukan mayat ayahku di rumah dani dan dani masih bisa tersenyum saat ku tahu dia itu seperti apa
"Apa mau mu sebenarnya hah? Kau lebih kejam dari seorang pembunuh bayaran, ini mau mu? Iya, kau ingin aku sendirian, kesepian, kesedihan
apa maksudnya ini. Kau membunuh ayahku atau jangan jangan kau juga membuhuh kakak dan risya juga, kau ingin aku terus menderita"
"Anggun, itu semua aku lakukan karena aku mencintaimu, aku tak pernah suka siapapun dekat denganmu termasuk keluargamu apalagi si buta buruk rupa itu yang membuatmu malu dan bilang kalau anggunku tidak cantik harusnya dia tahu kalau kamu lebih dari cantik"
Aku langsung pergi dari rumah dani, aku ingin bertemu ibuku dan melaporkan dani ke polisi tapi saat aku memasuki komplek rumahku banyak mobil pemadam kebakaran yang menuju rumahku, jantungku berdegub kencang sekali aku terus berpikir ada ibuku dan tante di rumah
Tidak pernah terbayang dicintai oleh si pembunuh itu yang mengambil kebahagianku secara satu persatu, semuanya telah pergi dariku
Aku tidak punya siapa siapa, hanya ada cinta dari si psikopat gila itu
Saat aku menangis sejadi jadinya di rumahku yang hangus itu tiba tiba ada seseorang yang memelukku dari belakang dan bilang "aku mencintaimu dan tidak ada satu orangpun yang boleh mencintaimu"
Aku menemukan dia didalam kamarnya tanpa ada dua bola mata di kepalanya dan banyak darah mengalir dari kosongnya bola matanya itu dan aku teriak kencang dan tidak sadarkan diri seketika
Sekarang aku bersama ibuku saja tanpa kakak dan ayah, ayahku menghilang sejak sebulan lalu dan tidak ada kabar darinya polisipun tidak bisa menemukan keberadaan ayahku
Itu awal dari kesedihanku, hari hari ku terus berjalan dengan tugas tugas menumpuk yang membuatku lelah tapi lelahku dapat terobati karena memiliki teman sebaik risya yang selalu bersamaku sejak semester satu dan risya juga sering membantuku di tugas tugas ku ini
Akan tetapi, seminggu yang lalu dia meninggalkan ku juga seperti kakak dan aku mulai heran dan takut saat ku tahu risya mati karena diketahui bunuh diri dengan cara mengambil bola mata dari kepalanya, aku kehilangan dua orang terdekatku dengan cara tragis tanpa bola matanya yang membuat mereka mati
Aku sedih sekali, aku bingung kejadian kejadian ini tidak pernah terbayangkan dalam waktu kurang dari dua bulan aku kehilangan tiga orang yang selalu ada buatku, seandainya ayah ada disini pasti dia tahu apa yang harus aku lakukan tapi ayah tidak ada disini
Kini apapun yang ku lakukan sendiri dari berangkat ke kampus sampai pulang ke kampus, memang banyak teman disini tapi aku hanya dekat dengan risya tapi risya meninggalkanku dan di saat hatiku sedih dan bingung ditambah lagi dengan tugas fotografi belum selesai aku memang membutuhkan kakak dan risya di saat seperti ini alhasil aku tidak bisa menyelesaikan tugas fotografi pada waktunya
Dosen fotografiku bernama najwa, dia sangat kesal saat dia tahu aku belum selesai tugas fotografinya dan bu najwa membentak bentak ku di depan kelas dia juga memberikan sindiran menyakitkan serta dia sempat bilang kalau aku adalah mahasiswi tidak cantik, aku tahu akan seperti ini jadinya dia memang dosen yang terkenal dengan ucapan yang kadang memang tak pantas tapi aku tak membalasnya dan memohon agar ada tambahan waktu untuk menyelesaikannya
Tepat seminggu kemudian sejak bu najwa membentak bentakku di depan kelas kejadian aneh terjadi pada bu najwa, dia diberitakan kepalanya terkena air panas yang membuat mukanya hancur dan dia buta permanen sungguh ini mengerihkan sekali akhirnya dosen fotografiku bukan bu najwa lagi
Entah mengapa aku merasa di bayang bayangi rasa ketakutan yang tidak bisa aku jelaskan tapi aku tidak berani menceritakan pada ibu, sejak ayah menghilang ibuku sakit sakitan dan sering berbaring di kasur kamar tapi untung saja ada tanteku yang sering datang dan merawat kami, mungkin karena tante hidup sendiri tidak punya anak dan suami
-----------------------------
"Anggun, ini untukmu" sambil memberikan minuman kaleng padaku, aku kaget sekali baru pertama aku mendengar suaranya, seorang mahasiswa yang sangat dingin bahkan aku dan risya pernah mengira dia tidak punya teman satupun
"Oh haha terimakasih, dani" akupun bingung harus seperti apa tapi dani seperti mengajakku berteman dan mengobrol banyak hal dengannya, dani tak canggung bercerita banyak padaku padahal sebelumnya aku tak pernah bertegur sapa dengannya tapi dani anak yang baik dan juga asik dani bisa memecahkan suasana hatiku yang ketakutan ini
Semakin hari aku semakin akrab dengan dani mungkin karena kami sama sama sendiri ternyata dani orang yang menyenangkan sampai akhirnya dani memintaku untuk jadi kekasihnya akupun juga suka padanya. Rasa ketakutanku mulai hilang sedikit demi sedikit
Setelah tiga bulan dani menjadi kekasihku entahlah aku merasa dia menjadi aneh, dia benar benar cemburuan bahkan sama anak laki laki penjual es di pinggir jalan, aku memang kasihan melihat anak kecil itu jadi aku sering ke tempatnya dan memberikan uang untuknya tapi dani tidak suka melihatku seperti itu, aku merasa tidak boleh satupun orang dekat dengan ku bahkan bukan cuma orang sampai kucing jalanan saja pernah di buang ke sungai karena aku mengusap usap kepalanya dan dani hanya bilang "aku tak suka kamu membagi rasa cintamu untuk apapun" kali ini dani sangat menakutkan buatku
Sampai di akhirnya dani mengajakku ke rumahnya, dani hidup sendiri di rumah sebesar ini, saat aku duduk sendiri di ruang tamu aku melihat kamar yang di pintunya bertuliskan "anggun", seperti namaku
Aku mencoba untuk membuka kamar itu dan setelah membukanya, air mataku menetes dan aku tidak sadarkan diri aku baru tahu siapa dani sebenarnya hari ini
Aku terbangun di sofa ruang tamu, dani tersenyum padaku tapi kali ini dia sangat menakutkan, bagaimana harus ku jelaskan aku melihat satu dinding penuh dengan foto fotoku serta aku menemukan mayat ayahku di rumah dani dan dani masih bisa tersenyum saat ku tahu dia itu seperti apa
"Apa mau mu sebenarnya hah? Kau lebih kejam dari seorang pembunuh bayaran, ini mau mu? Iya, kau ingin aku sendirian, kesepian, kesedihan
apa maksudnya ini. Kau membunuh ayahku atau jangan jangan kau juga membuhuh kakak dan risya juga, kau ingin aku terus menderita"
"Anggun, itu semua aku lakukan karena aku mencintaimu, aku tak pernah suka siapapun dekat denganmu termasuk keluargamu apalagi si buta buruk rupa itu yang membuatmu malu dan bilang kalau anggunku tidak cantik harusnya dia tahu kalau kamu lebih dari cantik"
Aku langsung pergi dari rumah dani, aku ingin bertemu ibuku dan melaporkan dani ke polisi tapi saat aku memasuki komplek rumahku banyak mobil pemadam kebakaran yang menuju rumahku, jantungku berdegub kencang sekali aku terus berpikir ada ibuku dan tante di rumah
Tidak pernah terbayang dicintai oleh si pembunuh itu yang mengambil kebahagianku secara satu persatu, semuanya telah pergi dariku
Aku tidak punya siapa siapa, hanya ada cinta dari si psikopat gila itu
Saat aku menangis sejadi jadinya di rumahku yang hangus itu tiba tiba ada seseorang yang memelukku dari belakang dan bilang "aku mencintaimu dan tidak ada satu orangpun yang boleh mencintaimu"
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
membawa rasa
Senin, 19 Desember 2016
Tidak ada cerita cinta yang sederhana cintapun punya cerita indahnya masing masing dan selalu berkesan. Dimulai dari hal biasa yang dilakukan seperti senyum, menyapa, dan berjabatan tangan
Rasa itu mulai tumbuh dengan alunannya semakin hari semakin berkembang indah atau mungkin sebaliknya
Namun, mengapa harus bersedih atau mengurung diri berlarut larut jika kamu tidak mendapat cintamu bukankah pada hakikatnya cinta untuk membawamu dalam bahagianya bukan dalam memilikinya
Nikmati saja saat mencintai disaat kamu tersenyum ketika mengingatnya dan membayangkannya atau apapun itu yang membuatmu bahagia
Jika takdir membawanya padamu seutuhnya maka cinta itu berkembang semakin indah percaya saja pasti ada takdir alam yang akan membawanya padamu dengan cerita indah yang tak pernah kau bayangkan
Rasa itu mulai tumbuh dengan alunannya semakin hari semakin berkembang indah atau mungkin sebaliknya
Namun, mengapa harus bersedih atau mengurung diri berlarut larut jika kamu tidak mendapat cintamu bukankah pada hakikatnya cinta untuk membawamu dalam bahagianya bukan dalam memilikinya
Nikmati saja saat mencintai disaat kamu tersenyum ketika mengingatnya dan membayangkannya atau apapun itu yang membuatmu bahagia
Jika takdir membawanya padamu seutuhnya maka cinta itu berkembang semakin indah percaya saja pasti ada takdir alam yang akan membawanya padamu dengan cerita indah yang tak pernah kau bayangkan
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
sena anjani part 2
Rabu, 14 Desember 2016
Namaku sena anjani. Aku terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang bahagia. Bunda dan ayah sangat mencintaiku aku dapat merasakan cinta mereka setiap detiknya dari kecil aku sudah terbiasa untuk menghargai semua orang, ayah dan bunda sering mengajak ku ke panti sosial untuk sekedar membantu mereka yang kurang beruntung dariku
Jiwa sosial ku sangat tinggi dari kecil apalagi ketika sekolah dasar aku mempunyai teman laki laki yang kurang beruntung dariku. Dia adalah fajar teman sebangku ku, sedih sekali saat semua temanku mengejeknya padahal fajar adalah teman yang baik dan juga pandai. Saat fajar sedang menangis di taman belakang sekolah aku berusaha untuk menghiburnya dan dia akhirnya tersenyum
Aku merasa aku adalah teman satu satunya fajar tapi aku tidak mengapa bunda selalu menyuruhku untuk berbuat baik pada siapapun tapi hari hari berubah saat semua temanku menyuruhku untuk menjauhi fajar tapi tetap saja aku berteman dengannya.
Fajar dari keluarga yang kurang mampu dan memiliki satu kaki fajar memang lumpuh tapi entah mengapa aku bisa melihat ketulusannya pada siapapun sampai sekarang aku kuliah tingkat akhir aku tak pernah melihat dia marah atau membentak siapapun kami bersama di perguruan tinggi negeri di jakarta. Aku tahu fajar memang cerdas dari kecil kini setelah bertahun tahun lamanya aku bisa melihat sendiri seakan fajar bisa membeli semua mulut yang telah menghina dan menyakitinya. Aku bahagia melihatnya sekarang apalagi saat dia datang kepada bunda dan ayah untuk menikahiku dan mengiyakannya. Ayah dan bunda selalu mendukung apapun keputusanku dan tinggal merancang pernikahan yang indah untuk ku dan fajar
Setelah itu, Fajar mengajakku untuk makan malam romantis di restaurant jepang daerah kemang saat kita bercanda tawa seperti biasanya tapi aku langsung terdiam saat fajar menanyakan sesuatu "apa yang membuatmu menghampiriku saat aku menangis di taman belakang sekolah, apakah kau tau senja. Aku mulai mencintaimu saat itu juga aku merasa kau adalah satu satunya perempuan yang tidak akan tergantikan kau tahukan ibuku meninggalkanku sejak kecil dan aku hanya tinggal bersama ayahku?"
Aku diam cukup lama nampaknya makan malam hari ini agak canggung saat kata kata itu terucap dari fajar tapi aku mulai membuka suara
"Walaupun aku tidak tahu benar apakah rasa kesepian itu seperti apa tapi aku banyak belajar dari teman teman panti sosial dulu. Rasanya menyakitkan mereka hanya perlu dihibur dan ditemani hanya sekedar itu tak lebih makanya sampai saat ini kalau aku datang mereka langsung menghampiriku dan menyambutku hangat sekali. Aku tahu itu yang kamu rasakan fajar. Salah satu hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah kesepian saat kamu tak bisa membagi sedihmu dan bahagiamu itu"
Fajar langsung menatapku. Aku suka saat dia menatapku. Mata hitamnya sungguh kokoh tajam dan fokus saat melihatku dan dia senyum padaku dan malam ini fajar mengatakan bahwa dia akan pergi ke bali selama seminggu dan sepulang dari bali dia akan menikahiku. Aku pun mengiyakannya.
Paginya juga aku mengantar fajar ke bandara dengan taksi untuk berangkat ke bali dalam hatiku terbesit ini hanya seminggu dan tidak akan lama tapi entah mengapa aku merasa aku tak bisa menyentuh tangannya lagi ada sesuatu yang menganjal di hatiku. Aku melihat senyum fajar terasa manis sekali dan melambaikan tangan padaku aku harus menghapus semua pikiran negatif ku ini. Ini takkan lama
Akhirnya untuk membuang pikiran negatifku aku pergi ke mall hanya sekedar jalan jalan sambil belanja sampai larut malam. Akupun harus pulang sendiri pakai taksi tapi taksi yang aku gunakan harus mogok akhirnya aku berfikir tinggal sedikit lagi aku bisa jalan kaki sampai ke rumah. Aku jalan kaki sendiri tiba tiba aku merasa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Aku mencoba supaya tidak terjadi apa apa tapi tiba tiba nafasku seperti terhenti aku di sekap dan aku tau hal paling buruk terjadi padaku aku tak bisa menangis ya tuhan apa salahku tolong aku siapapun itu
Ayah bunda fajar kalian dimana akhirnya aku pingsan dan ku merasa dunia bahagiaku telah berhenti seketika.
Aku terbangun, Aku menangis sekencang kencangnya saat perutku terasa sangat sakit mual sekali rasanya. Aku mengamuk aku menghancurkan semua barang di depanku bunda mencoba memelukku aku menepisnya. Aku tidak mau hamil dengan orang yang tak pernah ku kenal aku ingin mati saja duniaku telah hancur. Bahagia yang aku bangun dari kecil sudah patah di malam yang tragis itu dan tiba tiba dunia ku mulai sepi dan hening
Aku mencoba menulis di sebuah kertas
Fajarku. Kamu dimana? Kamu tidak datang? Hari ini aku baru merasakan kesepian sepi sekali ternyata seperti ini menyakitkan sekali, maafkan aku di hari ini aku merasa sangat hancur hal seperti ini tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, aku merasa tak utuh lagi sebagai perempuan silahkan kau tinggalkan aku
Setelah menulis ini aku tak tahu lagi siapa diriku dan aku tak pernah kenal lagi siapa itu sena anjani
Jiwa sosial ku sangat tinggi dari kecil apalagi ketika sekolah dasar aku mempunyai teman laki laki yang kurang beruntung dariku. Dia adalah fajar teman sebangku ku, sedih sekali saat semua temanku mengejeknya padahal fajar adalah teman yang baik dan juga pandai. Saat fajar sedang menangis di taman belakang sekolah aku berusaha untuk menghiburnya dan dia akhirnya tersenyum
Aku merasa aku adalah teman satu satunya fajar tapi aku tidak mengapa bunda selalu menyuruhku untuk berbuat baik pada siapapun tapi hari hari berubah saat semua temanku menyuruhku untuk menjauhi fajar tapi tetap saja aku berteman dengannya.
Fajar dari keluarga yang kurang mampu dan memiliki satu kaki fajar memang lumpuh tapi entah mengapa aku bisa melihat ketulusannya pada siapapun sampai sekarang aku kuliah tingkat akhir aku tak pernah melihat dia marah atau membentak siapapun kami bersama di perguruan tinggi negeri di jakarta. Aku tahu fajar memang cerdas dari kecil kini setelah bertahun tahun lamanya aku bisa melihat sendiri seakan fajar bisa membeli semua mulut yang telah menghina dan menyakitinya. Aku bahagia melihatnya sekarang apalagi saat dia datang kepada bunda dan ayah untuk menikahiku dan mengiyakannya. Ayah dan bunda selalu mendukung apapun keputusanku dan tinggal merancang pernikahan yang indah untuk ku dan fajar
Setelah itu, Fajar mengajakku untuk makan malam romantis di restaurant jepang daerah kemang saat kita bercanda tawa seperti biasanya tapi aku langsung terdiam saat fajar menanyakan sesuatu "apa yang membuatmu menghampiriku saat aku menangis di taman belakang sekolah, apakah kau tau senja. Aku mulai mencintaimu saat itu juga aku merasa kau adalah satu satunya perempuan yang tidak akan tergantikan kau tahukan ibuku meninggalkanku sejak kecil dan aku hanya tinggal bersama ayahku?"
Aku diam cukup lama nampaknya makan malam hari ini agak canggung saat kata kata itu terucap dari fajar tapi aku mulai membuka suara
"Walaupun aku tidak tahu benar apakah rasa kesepian itu seperti apa tapi aku banyak belajar dari teman teman panti sosial dulu. Rasanya menyakitkan mereka hanya perlu dihibur dan ditemani hanya sekedar itu tak lebih makanya sampai saat ini kalau aku datang mereka langsung menghampiriku dan menyambutku hangat sekali. Aku tahu itu yang kamu rasakan fajar. Salah satu hal yang paling menyakitkan di dunia ini adalah kesepian saat kamu tak bisa membagi sedihmu dan bahagiamu itu"
Fajar langsung menatapku. Aku suka saat dia menatapku. Mata hitamnya sungguh kokoh tajam dan fokus saat melihatku dan dia senyum padaku dan malam ini fajar mengatakan bahwa dia akan pergi ke bali selama seminggu dan sepulang dari bali dia akan menikahiku. Aku pun mengiyakannya.
Paginya juga aku mengantar fajar ke bandara dengan taksi untuk berangkat ke bali dalam hatiku terbesit ini hanya seminggu dan tidak akan lama tapi entah mengapa aku merasa aku tak bisa menyentuh tangannya lagi ada sesuatu yang menganjal di hatiku. Aku melihat senyum fajar terasa manis sekali dan melambaikan tangan padaku aku harus menghapus semua pikiran negatif ku ini. Ini takkan lama
Akhirnya untuk membuang pikiran negatifku aku pergi ke mall hanya sekedar jalan jalan sambil belanja sampai larut malam. Akupun harus pulang sendiri pakai taksi tapi taksi yang aku gunakan harus mogok akhirnya aku berfikir tinggal sedikit lagi aku bisa jalan kaki sampai ke rumah. Aku jalan kaki sendiri tiba tiba aku merasa ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Aku mencoba supaya tidak terjadi apa apa tapi tiba tiba nafasku seperti terhenti aku di sekap dan aku tau hal paling buruk terjadi padaku aku tak bisa menangis ya tuhan apa salahku tolong aku siapapun itu
Ayah bunda fajar kalian dimana akhirnya aku pingsan dan ku merasa dunia bahagiaku telah berhenti seketika.
Aku terbangun, Aku menangis sekencang kencangnya saat perutku terasa sangat sakit mual sekali rasanya. Aku mengamuk aku menghancurkan semua barang di depanku bunda mencoba memelukku aku menepisnya. Aku tidak mau hamil dengan orang yang tak pernah ku kenal aku ingin mati saja duniaku telah hancur. Bahagia yang aku bangun dari kecil sudah patah di malam yang tragis itu dan tiba tiba dunia ku mulai sepi dan hening
Aku mencoba menulis di sebuah kertas
Fajarku. Kamu dimana? Kamu tidak datang? Hari ini aku baru merasakan kesepian sepi sekali ternyata seperti ini menyakitkan sekali, maafkan aku di hari ini aku merasa sangat hancur hal seperti ini tidak pernah aku bayangkan sebelumnya, aku merasa tak utuh lagi sebagai perempuan silahkan kau tinggalkan aku
Setelah menulis ini aku tak tahu lagi siapa diriku dan aku tak pernah kenal lagi siapa itu sena anjani
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
sena anjani
Rabu, 07 Desember 2016
Senja. Itu lah nama yang aku berikan untuk perempuan paling cantik yang pernah aku temui sebenarnya nama lengkapnya sena anjani. Sampai detik aku menulis ini aku masih mencintainya dengan segenap hatiku dia perempuan yang baik dan juga istimewa kami bersama dari sekolah dasar sampai sekarang. aku sangat mengenalnya dan aku akan terus menjaganya karena aku telah berjanji padanya.
Aku tak pernah lelah untuk setiap sore pergi ke rumah sakit untuk sekedar menemuinya dan mengontrol obat obat yang harus dia minum walaupun sambutan senja padaku bermacam macam. Senja pernah memukuli ku pakai batu batuan yang dia pegang atau berteriak teriak sangat kencang seperti aku orang jahatnya atau yang menyedihkan bagiku saat aku datang senja hanya diam membeku tanpa suara tanpa melihatku dan diam memandang lurus dengan tatapan kosong tanpa arah kadang aku tak tahan kalau senja bersikap seperti itu rasanya ingin aku memeluknya tanpa pernah melepasnya lagi tapi setiap aku ingin melakukan itu dia pasti menepisnya dan akan menangis sejadi jadinya dan itu sangat menyakitkan
Tetapi ini semua aku tetap jalani dengan harapan senja bisa seperti dulu lagi sebagai sahabat dan orang istimewaku itulah harapanku walaupun harapan senja sembuh itu kecil sekali. Senja sangat depresi saat dia tahu kalau dia harus hamil karena pemerkos**n dengan orang jahatnya. Senja begitu terpukul atas kejadian dua bulan yang lalu itu akupun juga sangat terpukul rasanya aku ingin membunuh orang itu padahal aku bilang pada senja aku akan menikahinya bagaimanapun kondisinya tapi senja tak mau dia merasa tak utuh sebagai perempuan
Padahal aku sangat mencintainya senja bagiku lebih dari apapun.
Dua bulan yang lalu aku ada di bali untuk menuntaskan pekerjaan ku sebagai direktur utama di perusahaan swasta. Aku di bali memang hanya seminggu dan aku punya rencana setibanya aku di jakarta aku akan melamar senja itu hal terindah di anganku tapi ini berbeda sekali setibanya di jakarta aku malah dapat kabar buruk itu dan senja terus mengurung dirinya dalam kamar dan tak mau keluar. Aku sudah menjelaskan padanya aku akan menikahinya tapi dari kamar senja tak ada jawaban saat aku nekat medombrak pintu kamarnya senja hanya diam dengan tatapan kosongnya itu dan senja harus di rawat di rumah sakit jiwa karena depresi itu
Aku marah aku sedih akupun sama juga depresi dengan ini semua. Tetapi dalam pikiran ku tak pernah terbesit untuk meninggalkan senja karena dia istimewa saat orang orang menjauhiku dia malah mendekatiku disaat orang orang mencibirku dia malah tersenyum padaku di saat orang orang membenciku dia malah menghampiriku dan tersenyum padaku. Di saat aku benar benar kesepian dan tersendiri hanya senjalah yang datang. Senja begitu sempurna dia malah menginginkan ku yang hanya anak dari orang miskin yang memiliki satu kaki. Aku lumpuh sejak kecil orang orang takut padaku dan tak ada yang mau berteman denganku tapi senja berbeda dia adalah sahabatku satu satunya tak ada yang lain
Tetapi hidup punya ceritanya sendiri kini aku lebih baik aku belajar dengan giat dan sekeras kerasnya agar pantas berdampingan dengan senja. Pekerjaan ku dengan penghasilan sangat lebih dari cukup
Kehidupan ku sangat sempurna jika aku juga memiliki senja tapi sepertinya senja tak bisa aku miliki seutuhnya. sama seperti senja merah yang setiap sore aku lihat menunggu siang yang panjang saat senja datang dia indah dia sempurna tapi dia sesaat tidak selamanya dan harus bergantian lagi dengan malam yang panjang pula. Aku juga akan menunggu siang dan malam untuk senjaku. Seandainya aku bisa memilih aku lebih baik menjadi orang miskin punya satu kaki tetapi memiliki senja dari pada kehidupan indah disenangi dan di hormati banyak orang tapi setiap melihat senja hatiku tergores sangat perih seperti ini sampai kapanpun senja indahku tetap sena anjani
Aku tak pernah lelah untuk setiap sore pergi ke rumah sakit untuk sekedar menemuinya dan mengontrol obat obat yang harus dia minum walaupun sambutan senja padaku bermacam macam. Senja pernah memukuli ku pakai batu batuan yang dia pegang atau berteriak teriak sangat kencang seperti aku orang jahatnya atau yang menyedihkan bagiku saat aku datang senja hanya diam membeku tanpa suara tanpa melihatku dan diam memandang lurus dengan tatapan kosong tanpa arah kadang aku tak tahan kalau senja bersikap seperti itu rasanya ingin aku memeluknya tanpa pernah melepasnya lagi tapi setiap aku ingin melakukan itu dia pasti menepisnya dan akan menangis sejadi jadinya dan itu sangat menyakitkan
Tetapi ini semua aku tetap jalani dengan harapan senja bisa seperti dulu lagi sebagai sahabat dan orang istimewaku itulah harapanku walaupun harapan senja sembuh itu kecil sekali. Senja sangat depresi saat dia tahu kalau dia harus hamil karena pemerkos**n dengan orang jahatnya. Senja begitu terpukul atas kejadian dua bulan yang lalu itu akupun juga sangat terpukul rasanya aku ingin membunuh orang itu padahal aku bilang pada senja aku akan menikahinya bagaimanapun kondisinya tapi senja tak mau dia merasa tak utuh sebagai perempuan
Padahal aku sangat mencintainya senja bagiku lebih dari apapun.
Dua bulan yang lalu aku ada di bali untuk menuntaskan pekerjaan ku sebagai direktur utama di perusahaan swasta. Aku di bali memang hanya seminggu dan aku punya rencana setibanya aku di jakarta aku akan melamar senja itu hal terindah di anganku tapi ini berbeda sekali setibanya di jakarta aku malah dapat kabar buruk itu dan senja terus mengurung dirinya dalam kamar dan tak mau keluar. Aku sudah menjelaskan padanya aku akan menikahinya tapi dari kamar senja tak ada jawaban saat aku nekat medombrak pintu kamarnya senja hanya diam dengan tatapan kosongnya itu dan senja harus di rawat di rumah sakit jiwa karena depresi itu
Aku marah aku sedih akupun sama juga depresi dengan ini semua. Tetapi dalam pikiran ku tak pernah terbesit untuk meninggalkan senja karena dia istimewa saat orang orang menjauhiku dia malah mendekatiku disaat orang orang mencibirku dia malah tersenyum padaku di saat orang orang membenciku dia malah menghampiriku dan tersenyum padaku. Di saat aku benar benar kesepian dan tersendiri hanya senjalah yang datang. Senja begitu sempurna dia malah menginginkan ku yang hanya anak dari orang miskin yang memiliki satu kaki. Aku lumpuh sejak kecil orang orang takut padaku dan tak ada yang mau berteman denganku tapi senja berbeda dia adalah sahabatku satu satunya tak ada yang lain
Tetapi hidup punya ceritanya sendiri kini aku lebih baik aku belajar dengan giat dan sekeras kerasnya agar pantas berdampingan dengan senja. Pekerjaan ku dengan penghasilan sangat lebih dari cukup
Kehidupan ku sangat sempurna jika aku juga memiliki senja tapi sepertinya senja tak bisa aku miliki seutuhnya. sama seperti senja merah yang setiap sore aku lihat menunggu siang yang panjang saat senja datang dia indah dia sempurna tapi dia sesaat tidak selamanya dan harus bergantian lagi dengan malam yang panjang pula. Aku juga akan menunggu siang dan malam untuk senjaku. Seandainya aku bisa memilih aku lebih baik menjadi orang miskin punya satu kaki tetapi memiliki senja dari pada kehidupan indah disenangi dan di hormati banyak orang tapi setiap melihat senja hatiku tergores sangat perih seperti ini sampai kapanpun senja indahku tetap sena anjani
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
sehening ini
Senin, 07 November 2016
Hening. Sepi. Apakah saat di keramaian kau pernah merasa hampa. Semua terasa hampar tanpa rasa. Apakah engkau pernah mengalami kau merasa semua orang punya topeng tipunya masing masing. Semuanya terasa datar
Tetapi aku tak punya upaya untuk mengungkapkan isi di hati
Aku ingin memulai mengapa aku menjadi sehampa ini
Awalnya. Semua terasa sempurna. Semuanya telah aku miliki termasuk dia
Dia adalah cintaku. Hal terindah yang pernah aku miliki seutuhnya tapi dia telah mengkhianati janjinya
Awalnya aku kira ini hanya mimpi ataupun kejutan kejutan kecil yang sering dia berikan padaku tapi ini adalah kenyataan
Di saat aku bangun di pagi hari. Disaat mataku sembab karena menangis semalaman
Mengapa semua menjadi sehening ini
Aku terdiam sendiri tanpa ada suara seseorang dari handphone yang setiap pagi untuk mengingatkan ku untuk memulai aktivitas. Suara yang sangat ku kenali sekarang tidak akan menghubungi ku lagi
Tapi aku harus cepat cepat memakai jilbab hitamku agar bisa melihatnya untuk terakhir kalinya di dunia ini
Dia telah meninggalkan aku
Tanpa arah, tanpa jejak dan tanpa ungkapan apapun
Dia selalu bercerita menjalani hidup kita berdua tapi dia tidak pernah bercerita bagaimana menjalani hidupku sendiri tanpa dia. Aku menangis
Hening. Tanpa suara saat aku dipemakamannya
Tapi nyatanya dia membuat satu janji tapi satu janjinya itu dia ingkari sendiri
"cintaku. Aku takkan pernah membuatmu menangis"
Tapi di hari ini. Di saat pemakamanmu. Di saat duniaku mulai hampa. Kau membuatku menangis.
Dia membuat ku menangis untuk pertama kalinya. Aku sangat menginginkannya sejak dulu. Hati ku tetap bertahan padanya dalam diam hari hari ku. Aku ingin hidup tanpanya tapi aku butuh waktu. Waktu yang sampai kapan? Aku juga tak tahu
Tapi saat aku melamun di pemakamannya Ibunya menghampiriku dan memberikan sebuah kertas kecil dan ada tulisan "maaf".
" Mungkin. Kertas kecil ini yang ingin dia berikan padamu sebelum barang haram tersebut membunuhnya. Dia mengenggam kertas ini di kamarnya saat dia sekarat gara gara barang haram itu. Ibu tau ini berat untuk mu tapi ini permintaan maaf nya untukmu. Jangan pernah marah dan membencinya"
Aku tahu akan seperti ini akhirnya. Aku telah berusaha untuk memisahkannya pada barang laknat itu tapi dia tidak bisa mencegah tubuhnya sendiri sampai di ujung akhir hidupnya
aku tak bisa membuatnya berubah
Kini aku sudah menjalani hidup ku 10 tahun tanpanya. Tanpa hadirnya entah berapa kali aku menangis untukmya semoga tuhan mengampuni segala tindakan keji nya itu. Aku juga masih menyimpan kertas kecil maaf nya untuk membuat ku tersenyum.
Namun
Tetapi aku tak punya upaya untuk mengungkapkan isi di hati
Aku ingin memulai mengapa aku menjadi sehampa ini
Awalnya. Semua terasa sempurna. Semuanya telah aku miliki termasuk dia
Dia adalah cintaku. Hal terindah yang pernah aku miliki seutuhnya tapi dia telah mengkhianati janjinya
Awalnya aku kira ini hanya mimpi ataupun kejutan kejutan kecil yang sering dia berikan padaku tapi ini adalah kenyataan
Di saat aku bangun di pagi hari. Disaat mataku sembab karena menangis semalaman
Mengapa semua menjadi sehening ini
Aku terdiam sendiri tanpa ada suara seseorang dari handphone yang setiap pagi untuk mengingatkan ku untuk memulai aktivitas. Suara yang sangat ku kenali sekarang tidak akan menghubungi ku lagi
Tapi aku harus cepat cepat memakai jilbab hitamku agar bisa melihatnya untuk terakhir kalinya di dunia ini
Dia telah meninggalkan aku
Tanpa arah, tanpa jejak dan tanpa ungkapan apapun
Dia selalu bercerita menjalani hidup kita berdua tapi dia tidak pernah bercerita bagaimana menjalani hidupku sendiri tanpa dia. Aku menangis
Hening. Tanpa suara saat aku dipemakamannya
Tapi nyatanya dia membuat satu janji tapi satu janjinya itu dia ingkari sendiri
"cintaku. Aku takkan pernah membuatmu menangis"
Tapi di hari ini. Di saat pemakamanmu. Di saat duniaku mulai hampa. Kau membuatku menangis.
Dia membuat ku menangis untuk pertama kalinya. Aku sangat menginginkannya sejak dulu. Hati ku tetap bertahan padanya dalam diam hari hari ku. Aku ingin hidup tanpanya tapi aku butuh waktu. Waktu yang sampai kapan? Aku juga tak tahu
Tapi saat aku melamun di pemakamannya Ibunya menghampiriku dan memberikan sebuah kertas kecil dan ada tulisan "maaf".
" Mungkin. Kertas kecil ini yang ingin dia berikan padamu sebelum barang haram tersebut membunuhnya. Dia mengenggam kertas ini di kamarnya saat dia sekarat gara gara barang haram itu. Ibu tau ini berat untuk mu tapi ini permintaan maaf nya untukmu. Jangan pernah marah dan membencinya"
Aku tahu akan seperti ini akhirnya. Aku telah berusaha untuk memisahkannya pada barang laknat itu tapi dia tidak bisa mencegah tubuhnya sendiri sampai di ujung akhir hidupnya
aku tak bisa membuatnya berubah
Kini aku sudah menjalani hidup ku 10 tahun tanpanya. Tanpa hadirnya entah berapa kali aku menangis untukmya semoga tuhan mengampuni segala tindakan keji nya itu. Aku juga masih menyimpan kertas kecil maaf nya untuk membuat ku tersenyum.
Namun
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
gadis penyuka senja
Minggu, 23 Oktober 2016
gadis penyuka senja
Senja mulai datang ,
langitnya mulai memerah indah . gadis itu mulai menatap langit hal biasa yang
dia lakukan setiap senja , iya. Gadis itu penyuka senja . aku pernah bertanya
‘apa yang kamu lihat disana ? rasanya tidak ada yang istimewa? Tapi gadis itu
menjawab “lukisan langit dari tuhan ada saat senja dan aku ingin terus senja
tanpa adanya malam”
Gadis itu tetangga baruku baru pindah seminggu yang lalu
tepat di sebelah rumah ku saat itu dia menghampiriku dan memberi ku gesper merah
, rasanya aneh sekali tapi aku tetap menerimanya saat itu dia bilang ini tanda
persahabatan kita dan kamu harus jaga baik baik yah . aku mengiyakannya dan
tersenyum gadis itu terlihat cerdas sekali aku kira umurnya sekitar 7 tahunan
Tetapi hari hari berubah saat ibunya datang padaku untuk
tidak mendekati lestari . aku baru tahu juga kalau nama gadis itu lestari.
Ibunya juga terlihat pendiam dan tertutup sekali . apa salahku ? aku tak punya salah apa apa dengan lestari , dia
sendiri yang memintaku untuk jadi sahabatnya ?
Its okay , no problem , senja ini aku memilih di dalam kamar
tanpa melihat langit saat aku melihat
jendela dan ada lestari disitu di halaman rumahnya kini aku mulai
memperhatikannya saat mulai gelap dia masuk ke rumah dan menangis , aku melihat
sendiri ada air mata di pipinya aku mulai curiga ini aneh
Keesokan harinya saat aku mulai berangkat sekolah lestari
menghampiriku , aku mulai tersenyum padanya tapi dia malah memukul ku pakai
gesper hitam . aku kaget aku kesakitan dan aku teriak kencang mama langsung
datang dan mengusir gadis itu ada sabetan merah di lengan ku . aku tak
menyangka lestari bisa melakukan itu padaku , aku tak pernah menyentuhnya mulai
hari ini aku benar kesal pada tetangga baruku dan juga ibunya
Hari hari berikutnya lestari juga mulai menyakitiku lagi
dengan gesper hitamnya itu mencoba memukulku juga tapi aku bisa menghindar .
ini sangat membuat ku marah dan ini juga menyeramkan lestari menungguku dari
aku berangkat sekolah sampai pulang sekolah di depan pagar rumahnya dan saat
pulang sekolah memasuki rumah dia malah mengejarku seakan akan aku maling yang
harus di pukul
Akhirnya aku cerita pada mama atas kejadianku pada lestari .
muka mama terlihat kesal . mama memutuskan untuk pergi ke rumah lestari atas
perbuatan anaknya yang sangat menggangguku. Tiba di rumah lestari , mama
berulang kali mengetuk pintu tapi tak ada jawaban juga , akhirnya aku mulai
membuka pintu disitu ada ibunya lestari sambil menangis dan menutup mukanya .
aku kaget ada apa ini ? aku lihat juga di tangannya banyak luka sabetan
Ya allah , ada apa ini ? terdengar juga suara lestari
menangis keras karena di pukul dan disabet berulang ulang sama laki laki besar
dan hitam , tapi ini aneh sekali setelah setelah memukulnya berkali kali, laki
laki itu langsung memeluk lestari sambil mengatakan “ayah sangat mencintai mu lestari?” dan lestari juga memeluknya erat
dan tersenyum dan laki laki itu berhenti sambil melihat nanar pada aku dan mama
lantas di pergi begitu saja dan meninggalkan rumah lestari
Cinta ? apa ? laki laki itu bilang cinta pada lestari
setelah memukulnya berulang ulang
“maaf “ terdengar suara ibu lestari sambil memeluk ku , “maafkan anakku, nak . dia memang seperti
itu jika sudah sayang seseorang , dia akan memukulnya dan akan terus berusaha
agar sama dengannya “
Aku mulai bingung dan
mama juga terlihat heran akhirnya ibu lestari menceritakan sesuatu yang
menyentuh hatiku
“maaf kan anakku, nak . lestari hanya korban psikopat dari
suamiku, entahlah apa yang ada dipikirkan suamiku . setiap malam dia memukul
lestari dengan ganas dan tiba tiba dia bilang ini tanda cintanya pada lestari .
ketika aku meminta padamu untuk menjauhi lestari karena aku takut dia akan
melukaimu karena dalam pikirannya memukul adalah tanda sayang “
“rasanya aku telah mencoba sekuat tenaga untuk merubah
pikirannya tapi susah sekali . dia sudah terbiasa dan dalam benaknya sudah
melekat pada otak dan perasaannya , jadi aku mohon maaf sekali padamu, nak .
besok pagi aku dan lestari akan pindah agar tidak menganggumu lagi”
Aku meneteskan air mata dan aku mengerti ternyata dengan
cara itu dia menunjukkan perasaannya. Harus nya tak seperti ini dan aku tahu
gesper yang dia beri padaku ini maksudnya
Keesokkan harinya lestari pindah rumah , aku juga tak tahu
mereka akan menetap dimana , aku melihat lestari tiba tiba dia senyum padaku
tapi sedetik kemudian dia menitihkan air mata dan melambaikan tangannya padaku,
aku ingin memeluknya tapi rasanya susah sekali dia tak akan pernah tau sampai
seumur hidupnya apa cinta dan kasih sayang itu
Saat itu aku mulai mengerti kata kata lestari saat dia
bilang “ aku ingin senja terus tanpa adanya malam” dalam benaknya malam
mengandung kesakitan yang sangat dalam , gadis itu baik harus aku mengerti semua punya cara cintanya masing masing termasuk. lestari . lestari ,aku berharap semoga kebaikan mu abadi tanpa cela
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
izinkan aku punya sayap
Senin, 23 Maret 2015
akupun mulai terdiam di biskota dan memperhatikan di sekelilingku sampai pada perhatianku pada dua pengamen cilik yang sering aku lihat di biskota ini. dua pengamen itu seperti kakak beradik aku berpikiran bahwa mereka berumur 10 dan 8 tahunan. setelah aku perhatikan dengan baik. aku mulai sadar bahwa adiknya itu tidak punya dua lengan. aku kaget dan akupun terdiam cukup lama di biskota ini - aku keluarkan uang 10 ribu dalam kantungku untuknya
di sampai di kampus - aku malas sekali untuk mengerjakan soal yang tak berguna ini dalam benakku. Aku masih memikirkan pengamen itu dia cukup terniang niang di pikiranku - aku mulai besok hariku untuk bertemu padanya. nampaknya dia merupakan objek yang menyenangkan untuk aku perhatikan
---
"hai, aku putri ?" siapa namu mu ?" tanyaku di pinggir jalan kepadanya
"ada apa ka? apa aku punya salah ? " kata pengamen kecil itu
"aku hanya bertanya padamu. itu saja ?"
"nama aku putri juga ka" dia menjawab dengan senyumnya yang tulus
aku belum pernah lihat senyum setulus itu - apakah orang orang di sekelilingku hanya berpura pura tersenyum padaku - dia memberikan aku satu pelajaran besar hari ini - bahwa ketulusan bisa memedamkan hati semua orang walaupun masih belum di kenalnya - terima kasih putri kecil
hampir setiap hari aku berusaha untuk menemuinya - hanya memberikan dua kotak makan untuknya dan kakaknya - sepertinya dia tidak terganggu pada kehadiranku yang selalu untuk menemuinya - aku mulai masa bodo dengan masalah yang di hadapi di kampus maupun sepinya rumah yang selalu ku huni - selama 22 tahun aku hidup seperti sendiri di dunia ini - menurutku mereka semua hanya aktor pandai di hadapan ku termasuk ibuku sendiri - bagaimana mungkin aku lahir tanpa aku ketahui siapa ayahku ? - aku mulai membencinya saat teman teman sd ku mengetahui hal ini
"kamu gak marah sama tuhan ? membiarkan mu berbeda dengan orang lain ? hidup tanpa dua tangan seperti ini ?" tanya ku pada sore hari ketika pulang dari kampus
" kenapa musti marah - dia kan maha sempurna tidak mungkin dia menciptakan sesuatu dengan tidak baik - aku malah senang seperti ini ka " kata putri kecil itu
"aku tahu dia memberikan hamba nya yang terbaik - tuhan tidak suka aku punya tangan -dia lebih suka kalau aku punya sayap - biar ku bisa terbang dan membawa kakakku dan semua orang aku yang cintai pergi ke seluruh dunia dan terbang nanti aku ingin melihat burung burung yang sama seperti ku - melihat meganya bumi ini - melihat setiap sudut kota ada cinta - pasti semua orang punya cintanya masing masing dan aku ingin melihat itu semua ka ?" katanya
aku mulai terdiam dari hatiku yang dalam - bahwa sesugguhnya yang serba kekurangan itu bukan dia tapi aku - aku tak punya siapa siapa di dunia ini untuk aku cintai bahkan aku tak pernah melihat apa itu kasih sayang - aku tak pernah mendapatkan itu dari siapa pun -
aku ingin cepat pulang dan beristirahat dengan semua permasalahan batin yang ku hadapi selama ini -
---
"Selamat ulang tahun putri kesayangan ibu ?" kamu sudah besar sekali yah nak - ibu sangat bangga padamu - kau tumbuh sebagai gadis yang cantik dan pintar " kata ibu pagi pagi sekali - aku juga baru tahu kalau ini tanggal ulang tahun ku
"iyaa bu - sama sama terima kasih kalung hadiah ibu - putri suka " jawab ku datar
tiba tiba ibuku memelukku. aku kaget sekali tidak biasanya dia memelukku seperti ini - aku mulai risih
"ada apa bu?" tanya ku perlahan
"apapun yang terjadi sama ibu. ibu selalu di samping kamu yah nak? ibu selalu sayang padamu - ibu selalu mencintaimu sepanjang masa " kata ibu sambil menangis dan dengan senyumnya
aku mulai tak enak - selama ini aku berpikiran bahwa ibu tak mencintaiku tapi kini aku tahu dalam lubuk hatinya dia selalu mecintaiku - maaf buu - aku tak akan pernah bersikap seperti ini lagi dalam hatiku berjanji
sampai di saat sore - aku menemui putri kecil itu tapi saat ku lihat dia ingin meyebrang jalan tapi tiba tiba ada mobil mewah yang menabraknya aku kaget yaa tuhan jangan sampai terjadi apa apa pada putri - aku berlari sangat kencang untuk cepat cepat membawanya ke rumah sakit - aku panik sekali aku tak bawa uang banyak saat itu - ternyata di mobil; itu seorang bapak dan mungkin anak gadisnya sepantaran dengan ku tapi yang bikin aku sangat kesal dia tidak mengakui kesalahan nya - akhirnya dengan seluruh tenagaku memukulnya tepat di hidungnya - diapun berdarah
sampai di rumah sakit - aku menelpon ibu untuk ke rumah sakit ini juga untuk membayar rumah sakit ini - tapi ketika ibu datang bapak itu terdiam dan ibu juga sangat kaget dan bapak itu menangis dan sujud di depan ibu ku - ada apa ini ? setelah ku lihat semuanya dengan seksama ternyata aku baru tahu bahwa bapak itu adalah ayahku -- yaaa ayahku yang tak pernah aku ingin temui
terima kasih puti kecil dengan sayap bidadari - aku beruntung bisa mengenal mu -bisa berbicara padamu - karenamu . aku tahu makna ketulusan dan rasa syukur yang tak pernah aku miliki selama ini - keinginan mu telah tercapai tuhan pasti memberikan mu sayap terindah melebihi bidadai cantik manapun di surganya -- putri ~~
di sampai di kampus - aku malas sekali untuk mengerjakan soal yang tak berguna ini dalam benakku. Aku masih memikirkan pengamen itu dia cukup terniang niang di pikiranku - aku mulai besok hariku untuk bertemu padanya. nampaknya dia merupakan objek yang menyenangkan untuk aku perhatikan
---
"hai, aku putri ?" siapa namu mu ?" tanyaku di pinggir jalan kepadanya
"ada apa ka? apa aku punya salah ? " kata pengamen kecil itu
"aku hanya bertanya padamu. itu saja ?"
"nama aku putri juga ka" dia menjawab dengan senyumnya yang tulus
aku belum pernah lihat senyum setulus itu - apakah orang orang di sekelilingku hanya berpura pura tersenyum padaku - dia memberikan aku satu pelajaran besar hari ini - bahwa ketulusan bisa memedamkan hati semua orang walaupun masih belum di kenalnya - terima kasih putri kecil
hampir setiap hari aku berusaha untuk menemuinya - hanya memberikan dua kotak makan untuknya dan kakaknya - sepertinya dia tidak terganggu pada kehadiranku yang selalu untuk menemuinya - aku mulai masa bodo dengan masalah yang di hadapi di kampus maupun sepinya rumah yang selalu ku huni - selama 22 tahun aku hidup seperti sendiri di dunia ini - menurutku mereka semua hanya aktor pandai di hadapan ku termasuk ibuku sendiri - bagaimana mungkin aku lahir tanpa aku ketahui siapa ayahku ? - aku mulai membencinya saat teman teman sd ku mengetahui hal ini
"kamu gak marah sama tuhan ? membiarkan mu berbeda dengan orang lain ? hidup tanpa dua tangan seperti ini ?" tanya ku pada sore hari ketika pulang dari kampus
" kenapa musti marah - dia kan maha sempurna tidak mungkin dia menciptakan sesuatu dengan tidak baik - aku malah senang seperti ini ka " kata putri kecil itu
"aku tahu dia memberikan hamba nya yang terbaik - tuhan tidak suka aku punya tangan -dia lebih suka kalau aku punya sayap - biar ku bisa terbang dan membawa kakakku dan semua orang aku yang cintai pergi ke seluruh dunia dan terbang nanti aku ingin melihat burung burung yang sama seperti ku - melihat meganya bumi ini - melihat setiap sudut kota ada cinta - pasti semua orang punya cintanya masing masing dan aku ingin melihat itu semua ka ?" katanya
aku mulai terdiam dari hatiku yang dalam - bahwa sesugguhnya yang serba kekurangan itu bukan dia tapi aku - aku tak punya siapa siapa di dunia ini untuk aku cintai bahkan aku tak pernah melihat apa itu kasih sayang - aku tak pernah mendapatkan itu dari siapa pun -
aku ingin cepat pulang dan beristirahat dengan semua permasalahan batin yang ku hadapi selama ini -
---
"Selamat ulang tahun putri kesayangan ibu ?" kamu sudah besar sekali yah nak - ibu sangat bangga padamu - kau tumbuh sebagai gadis yang cantik dan pintar " kata ibu pagi pagi sekali - aku juga baru tahu kalau ini tanggal ulang tahun ku
"iyaa bu - sama sama terima kasih kalung hadiah ibu - putri suka " jawab ku datar
tiba tiba ibuku memelukku. aku kaget sekali tidak biasanya dia memelukku seperti ini - aku mulai risih
"ada apa bu?" tanya ku perlahan
"apapun yang terjadi sama ibu. ibu selalu di samping kamu yah nak? ibu selalu sayang padamu - ibu selalu mencintaimu sepanjang masa " kata ibu sambil menangis dan dengan senyumnya
aku mulai tak enak - selama ini aku berpikiran bahwa ibu tak mencintaiku tapi kini aku tahu dalam lubuk hatinya dia selalu mecintaiku - maaf buu - aku tak akan pernah bersikap seperti ini lagi dalam hatiku berjanji
sampai di saat sore - aku menemui putri kecil itu tapi saat ku lihat dia ingin meyebrang jalan tapi tiba tiba ada mobil mewah yang menabraknya aku kaget yaa tuhan jangan sampai terjadi apa apa pada putri - aku berlari sangat kencang untuk cepat cepat membawanya ke rumah sakit - aku panik sekali aku tak bawa uang banyak saat itu - ternyata di mobil; itu seorang bapak dan mungkin anak gadisnya sepantaran dengan ku tapi yang bikin aku sangat kesal dia tidak mengakui kesalahan nya - akhirnya dengan seluruh tenagaku memukulnya tepat di hidungnya - diapun berdarah
sampai di rumah sakit - aku menelpon ibu untuk ke rumah sakit ini juga untuk membayar rumah sakit ini - tapi ketika ibu datang bapak itu terdiam dan ibu juga sangat kaget dan bapak itu menangis dan sujud di depan ibu ku - ada apa ini ? setelah ku lihat semuanya dengan seksama ternyata aku baru tahu bahwa bapak itu adalah ayahku -- yaaa ayahku yang tak pernah aku ingin temui
terima kasih puti kecil dengan sayap bidadari - aku beruntung bisa mengenal mu -bisa berbicara padamu - karenamu . aku tahu makna ketulusan dan rasa syukur yang tak pernah aku miliki selama ini - keinginan mu telah tercapai tuhan pasti memberikan mu sayap terindah melebihi bidadai cantik manapun di surganya -- putri ~~
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
part 1 ( seperti bening )
Senin, 29 Desember 2014
nama ku bening . nama lengkap ku bening salsabillah
aku terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara
aku memliki tiga adik laki laki
aku suka kata nama ku bening
kata ibu nama "bening " ada ketika ibu sedang hamil ku di desanya . daerah ciater bandung
dan ketika itu airnya masih jernih dan bening
serta kata salsabilah berasal dari nama mata air di surga
oh .. cantiknya nama ku
aku ingat kata kata ibu yang selalu terniang di hatiku
" kamu tahu bening itu seperti apa ? nak "
iyaa seperti apa adanya . sederhana
dan jelas seperti yang nampak
bila kamu melihat air jernih dan bening
pasti kamu akan melihat wajah asli mu
dan tak ada yang di sembunyikan
itu lah bening seperti jernih , baik, nampak adanya dan sederhana "
aku sangat mencintai ayah dan ibuku
aku mecintai mereka lebih dari apapun
dan aku tahu ibu dan ayah sangat mencitai aku dan adik adik ku
apalagi aku . anak perempuan satu satunya
aku sangat di manjakan oleh mereka
sampai sampai aku di bilang anak cengeng
dan aku selalu di ganggu teman teman ku di sekolah
tapi aku tak mau mempedulikan mereka
karena aku punya sahabat yang super baik bernama "murni "
sahabatku satu satunya di dunia ini
aku terlahir sebagai anak pertama dari empat bersaudara
aku memliki tiga adik laki laki
aku suka kata nama ku bening
kata ibu nama "bening " ada ketika ibu sedang hamil ku di desanya . daerah ciater bandung
dan ketika itu airnya masih jernih dan bening
serta kata salsabilah berasal dari nama mata air di surga
oh .. cantiknya nama ku
aku ingat kata kata ibu yang selalu terniang di hatiku
" kamu tahu bening itu seperti apa ? nak "
iyaa seperti apa adanya . sederhana
dan jelas seperti yang nampak
bila kamu melihat air jernih dan bening
pasti kamu akan melihat wajah asli mu
dan tak ada yang di sembunyikan
itu lah bening seperti jernih , baik, nampak adanya dan sederhana "
aku sangat mencintai ayah dan ibuku
aku mecintai mereka lebih dari apapun
dan aku tahu ibu dan ayah sangat mencitai aku dan adik adik ku
apalagi aku . anak perempuan satu satunya
aku sangat di manjakan oleh mereka
sampai sampai aku di bilang anak cengeng
dan aku selalu di ganggu teman teman ku di sekolah
tapi aku tak mau mempedulikan mereka
karena aku punya sahabat yang super baik bernama "murni "
sahabatku satu satunya di dunia ini
Diposting oleh
Kurnia Septiani
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
seperti bening
Tuhan, jika boleh?
Selasa, 18 Februari 2014
Tuhan, jika boleh? Apakah kau izinkan aku untuk jatuh cinta lagi ?
Rasa “deg” itu ada lagi untuk seseorang yang baru, aku benar-benar tak mengenalnya, pertemuan itu hanya sesaat dan tiba-tiba rasa itu muncul, aku tak tahu apakah dia baik atau tidak untukku tapi aku selalu ingin melihatnya dan bertemu dengannya,
Aku hanya mengenal namanya dari name tage yang biasa dia pakai sampai seterusnya aku tak tahu siapa dia,
aku tahu dia telah memiliki cinta nampaknya aku hanya jadi penghalang saja atau mungkin, cobaan dari cintanya bersama kekasihnya, sungguh, aku tak berniat untuk menjadi perusak cinta seseorang, rasa sukaku padanya hanya untuk diriku saja, aku tak terlalu berharap bahwa dia lebih memilihku dari pada cintanya yang sudah dia jalani,
Aku tahu rasa baiknya padaku, hanya baik terhadap sesama teman dan tak ada yang lain, aku salah jika aku menginginkannya lebih, seharusnya aku harus berusaha untuk menghilangkan rasa yang tak menentu ini,
Tuhan, aku hanya ingin dekat dengannya, aku hanya ingin berbicara atau tertawa bersamanya, aku tak ingin lebih hanya sebagai seorang sahabat padanya, aku tak ingin rasa “deg” itu ada lagi, aku sering dibuat salah tingkah olehnya dan jika boleh aku ingin memiliki cinta suci dan mulia yang pantas aku perjuangkan
aku tahu dia telah memiliki cinta nampaknya aku hanya jadi penghalang saja atau mungkin, cobaan dari cintanya bersama kekasihnya, sungguh, aku tak berniat untuk menjadi perusak cinta seseorang, rasa sukaku padanya hanya untuk diriku saja, aku tak terlalu berharap bahwa dia lebih memilihku dari pada cintanya yang sudah dia jalani,
Aku tahu rasa baiknya padaku, hanya baik terhadap sesama teman dan tak ada yang lain, aku salah jika aku menginginkannya lebih, seharusnya aku harus berusaha untuk menghilangkan rasa yang tak menentu ini,
Tuhan, aku hanya ingin dekat dengannya, aku hanya ingin berbicara atau tertawa bersamanya, aku tak ingin lebih hanya sebagai seorang sahabat padanya, aku tak ingin rasa “deg” itu ada lagi, aku sering dibuat salah tingkah olehnya dan jika boleh aku ingin memiliki cinta suci dan mulia yang pantas aku perjuangkan
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Pesan Untuk Gadis Kecil
Selasa, 19 Juni 2012
hari ini hari yang special untuknya, harusnya gadis kecil
itu bahagia tetapi tanpa aku sadari aku telah mengoreskan luka yang besar di sanubarinya, tuhan ... maafkan dosaku ini,
aku tak pernah niat untuk menyakitinya sampai seorang
sahabatku yang telah menaruh kisah di
hatinya, dia memintaku untuk mengakhiri cintanya melalui aku, awalya aku tak
tahu bahwa dia terluka sedalam itu
aku hanya ingin meluruskan hubungannya yang begitu rumit. mungkin gadis kecil yang tulus itu sedang menangis karena sahabatku itu orang disayang gadis kecil itu. Tuhan .. ampunilah aku sekali lagi
gadis kecil, maafkanlah aku tapi aku tahu tak semudah
itu kau memaafkan aku, dia pernah mengira bahwa aku mencintai sahabatku
sendiri, aku bilang padanya bahwa aku telah mempunyai sesorang yang paling aku
cintai dalam di hatiku ,
sahabatku, aku menyayangimu tapi aku juga menyayangi gadis
kecil itu, tak bisa dipungkiri kau tak mencintainya sampai detik ini tapi dia
begitu tulus padamu tapi menurutmu jalan ini yang terbaik memang terasa sangat
pahit dan menyakitkan bukan untukmu saja .. aku juga menaggung rasa sakit dan
kecewa karena apa yang di alami gadis kecil itu juga pernah aku alami
sebelumnya
gadis kecil, kamu salah menilaiku, kau terlalu keliru
menilaiku, aku bukan seorang malaikat yang tak punya salah, jujur aku
menyayangi nya tapi aku juga menyayangi mu dan aku telah mencintai orang lain, aku tak pernah berniat menyakitimu dan aku tak pernah bermaksud melukaimu
gadis kecil, kau pantas mendapatkan yang lebih baik dan
lebih pantas dan yang penting seseorang mencintaimu apa adanya, mugkin. Aku
terlanjur terhanyut dalam permasalahan kalian. hening yaa begitu hening
maafkan aku maafkan aku karena aku bukanlah seorang malaikat, aku hanya manusia biasa seperti mu yang pernah berbuat salah
maafkan aku maafkan aku karena aku bukanlah seorang malaikat, aku hanya manusia biasa seperti mu yang pernah berbuat salah
satu pesanku untuk mu, gadis kecil. Setiap pertemuan ada
perpisahan tapi tugas kita adalah bagaimana cara kita untuk membuat perpisahan
itu meniggalkan kesan yang bahagia bukannya menyakitkan, kau adalah gadis
kecil yang tulus dan aku percaya suatu saat nanti, kau akan menemukan
seseorang yang benar benar tulus mencintaimu
Diposting oleh
Kurnia Septiani
2
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
nulis :)
Ragamu Untukku . Cintamu Untuknya
Jumat, 13 April 2012
raga mu untuk ku . cintamu untuknya
“ Aku mencintai mu “ hahaha ungkapan yang begitu bodoh . kenapa bodoh karena sampai kapanpun cintamu tak pernah untuk ku . walaupun sekarang kau milik ku tapi ku tahu dalam lubuk hatimu kau masih mencintai dia , entah dia siapa yang ku maksud karena aku pun tak tahu jelas siapa orangnya itu .
Sampai kapan kau
masih berjuang untuk mencintai ku , jujur lah pada dirimu . katakan yang
sejujur untuk ku . aku tahu hati mu tak tega melihat kenyataan ini . tapi
sampai kapan kamu mampu untuk mempertahankan ragamu untuk ku tapi hati dan
cintamu untuk nya
Terlalu lama kau memedan perasaan pada dia . sebaiknya
ungkapan saja sebelum hatiku terluka parah . walaupun kau bilang berkali kali
pada ku bahwa kau menyayangi ku tapi aku tahu kau tak pernah bisa mencintaiku
Aku rela untuk melepasmu . karena aku tak mau berbohong
padaku bahwa aku benar mencintai mu tapi
aku berpikir sejenak bahwa cintaku hanya untuk diriku saja . maafkan aku yang
telah memaksa kehendak ku untuk mu .
Sampai kapan kau berbohong pada hati kecilmu dan pada orang
lainnya . ada ataupun tidak ada dirimu aku tetap merasa aku berjalan sendiri .
hati mu terlalu baik sampai kau tak mau menyakiti orang lain tapi kau begitu
menyakiti dirimu ,
Terlalu naif bila aku membiarkan mu pergi sendiri tapi aku
juga mengerti pada langkah yang ku ambil . semua ini tak pernah berakhir sampai
aku membuka mataku. Selama ini aku menutup mata dan terus menyakinkan diriku
bahwa kau mencintaiku tapi ada seorang malaikat yang telah menyadarkan aku
bahwa aku mencintai seseorang yang hatinya untuk orang lain
Awalnya aku tak percaya dengan malaikat itu tapi dengan
semua bukti yang telah dia berikan padaku bahwa selama ini aku tak berani
melihat kenyataan yang sebenarnya . dan malaikat itu pun mebantu untuk membuka
mataku dan berada di sampingku untuk berani melihat kenyataan bahwa kau tak
mencintaiku
Jadi selama ini aku mencintai orang yang cintanya untuk
orang lain
Dan selama ini ragamu saja untuk ku tapi cinta mu untuk nya
Diposting oleh
Kurnia Septiani
0
komentar
Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Bagikan ke X
Berbagi ke Facebook
Label:
nulis :)
Langganan:
Postingan (Atom)

